Rencana Proses Belajar Tatap Muka di Bulungan Sebaiknya Ditunda

– Sebagai bentuk antisifasi merebaknya virus Varian Delta Covid – 19.

TANJUNG SELOR – Munculnya wabah virus Covid – 19 terbaru yang trend disebut Varian Delta, dan sangat cepat penularan nya, Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara diminta untuk tidak mengijinkan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Permintaan itu disampaikan oleh pemerhati dunia pendikan Kabupaten Bulungan, Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, kepada media ini, Jumat, 25/6/2021.

Menurut nya, karena jenis varian delta ini menurut para ahli, penularan nya sangat cepat, karenanya untuk memaksakan proses belajar tatap muka perlu dipikirkan oleh segenap pemangku kepentingan. Jangan sampai akibat nya bisa patal kepada generasi muda harapan bangsa.

“Selain itu, setiap orang juga harus dan wajib mentaati anjuran pemerintah, yakni 5 M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi, ” kata Datu Buyung.

Kalau pun ingin dipaksa lanjutnya, Pemerintah harus berani membuat pernyataan bersedia bertanggungjawab. Jangan sampai bila terjadi ha yang tak diinginkan ada yang terpapar semua nya lepas tangan.

Bayangkan bila saja nantinya ada diantara siswa yang terpapar, maka seluruh keluarganya akan terancam terkena virus dimaksud.

Diketahui imbuh Datu Buyung, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan peringatan terkait varian Delta (B1617.2) yang pertama kali diidentifikasi di India. WHO menyebut bahwa varian ini sangat menular, termasuk jenis varian yang tercepat, dan terkuat yang pernah ada .

“(Varian Delta) menjadi lebih mematikan karena lebih efisien dalam cara penularan antar manusia. Dan pada akhirnya akan menemukan individu-individu yang rentan yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal,” kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan, kepada salah satu media. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!