TANJUNG SELOR – Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, mempertanya kan kelanjutan pembangunan jalan lingkar (Ring Road) yang mengitari rencana Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor di kampung Baratan, Desa Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan.
Pasalnya, sejak dibangun tahun 2018 lalu, hingga saat ini terhenti, sehingga pada sisi kiri dan kanan badan jalan mulai ditumbuhi semak belukar yang nyaris menutupi permukaan badan jalan itu.
“Sesuai info yang saya terima jalan tersebut dibangun lebih kurang 4 KM saja, sehingga belum sampai ketitik akhir yang mengitari Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, ” ujar Datu Buyung, saat berbincang dengan media ini, Sabtu 29/5/2021.
Mencermati lebar yang masih berupa badan jalan tanah itu, Datu Buyung Perkasa menambahkan, lebarnya juga sangat beragam, mulai dari 30 M hingga 6 M lantaran terjadi penyempitan akibat semak belukar yang tumbuh disisi kanan badan jalan tersebut.
Selain itu kata dia, satu buah jembatan yang terdiri dari kayu bulat tanah urukan yang ditimbun diatasnya saat ini sudah terkikis habis. Sehingga tampak jelas log-log yang membentang disana.
“Pada bagian tanjakan sudah tercipta paret-paret yang diakibat kan air hujan yang terus menyiram badan jalan tersebut, ” tegas Datu Buyung Perkasa, seraya menambahkan bahwa pihaknya sudah kelapangan langsung melihat kondisi ruas jalan tersebut.
Karenanya ia berharap kepada Pemprov Kaltara, melalui Instansi tekhnis yang membidangi pembangunan jalan ring road di KBM untuk memikirkan bagaimana bisa berlanjut pada tahun anggaran ini. Supaya kelak benar-benar bisa dimanfaatkan bila kota baru mandiri (KBM) Tanjung Selor selesai dibangun dengan baik. *
Reporter : Sahri.












