Connect with us

Berita Sorot Peristiwa

Mantan PTT Humasprov Kaltara Belum Terima Gaji Terakhir Bulan Maret

Published

on

  • Paska dirumahkan lewat pesan WhatsAPP tanggal 1 April 2021 silam

TANJUNG SELOR – Tidak hanya dirumah kan sejak 1 April 2021 lalu, ternyata puluhan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau tenaga Honorer Humas Protokol sebelum berganti nama menjadi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) belum menerima upah atau gaji terakhir bulan Maret, setelah pemutusan hubungan kerja.

Sebut saja, namanya bang Iman, salah satu mantan PTT Humasprov Kaltara kepada media ini menceritakan, bahwa dasar Pemprov Kaltara merumahkan mereka sejak tanggal 1 April lalu hanya melalui pesan WhatsAPP, bukan pemberitahuan resmi melalui surat.

“Terus terang kami saat ini kelimpungan dan berharap evaluasi yang dilakukan bisa segera ada jawaban, apakah masih direkrut atau dirumahkan secara permanen, ” ujarnya.

Berikut isi pesan WhatsAPP tersebut,

Assalamualaikum
Selamat Malam

Ijin menyampaikan,

Sesuai Hasil rapat dengan Sekretaris Daerah Prov Kaltara pada hari Rabu 31 Maret 2021 di ruang rapat kerja Sekda, terkait perubahan Nomenklatur Biro Humas & Protokol menjadi Biro Administrasi Pimpinan

Dengan ini disampaikan bahwa
TMT 1 April 2021 seluruh tenaga kontrak / PTT akan di Evaluasi, sampai pada pemberitahuan lebih lanjut.

Demikian
Terima kasih.

Hasil pantauan media ini, rata-rata PTT yang dirumahkan sudah berkeluarga, tentu mereka memiliki tanggungjawab yang cukup besar, bahkan konon ada diantaranya sudah memiliki putera yang masih sekolah.

Belum lagi untuk membayar kontrak rumah yang ditempati, tentu disaat pandemi Covid -19 seperti sekarang semua nya serba kesulitan.

Terutama untuk mencari pekerjaan baru, serba sulit pula, mengingat semua sektor usaha juga nyaris lumpuh.

Oleh sebab itu, diantara para mantan PTT tersebut tetap berharap, akan ada sebuah kejelasan menyangkut nasib mereka dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. *

Reporter : Sahri.

 

Sorot Peristiwa

Idul Adha 1443 H, PT PKN Qurban 9 Ekor Sapi dan 10 Kambing

Published

on

Penyerahan hewan qurban oleh Manager Comdev PT PKN Iwan Suryatno S Hut yang diterima secara simbolis oleh Bupati Bulungan Syarwani S Pd M Si.

TANJUNG SELOR – PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), pada hari raya Idul Adha 1434 H, yang perayaan nya bertepatan dengan tanggal 10 Juli 2022 sumbang sejumlah hewan qurban, terdiri dari 9 ekor Sapi dan kambing sebanyak 10 ekor.

“Kemarin diserahkan secara simbolis oleh Manager Comdev kita bapak Iwan Suryatno S Hut, kepada bapak Bupati Bulungan Syarwani S Pd M Si, di Mesjid Agung Tanjung Selor, usai Sholat Jumat, 8/77/2022, ” kata M Yusuf B SP, Superintendent PT PKN, melalui pesan WhatsAPP nya kepada media ini, kemarin.

Hewan qurban itu diperuntuk kan kepada 18 desa dan 1 ekor untuk Mesjid Istiqomah Tanjung Selor. “Harapan kita melalui qurban ini dapat menjadi berkah bagi kita semua, ” kata Yusuf.

Semoga kita semua juga dapat mencontoh keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Bagaimana ketaatan nya kepada Allah SWT. * jk/kjs.

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Pacu SDM Lokal Bulungan Kaltara, PT PKN Kembali Jalin MoU Dengan UNPAD Bandung

Published

on

Manajemen PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, Iwan Suryatno S Hut, Manager Comdev baju putih nomor tiga dari kanan.

– Ketua DPRD Kaltara Alberthus Stefanus Marianus ST diperkirakan hadir menyaksikan penandatanganan kerjasama.

TANJUNG SELOR – PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) salah satu perusahaan yang bergerak disektor pertambangan batu bara, sejak beberapa tahun terakhir terus konsen memacu sumber daya manusia (SDM) lokal di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Dimana sebelumnya PT PKN menjalin kerja sama atau MoU dengan fakultas kelautan dan perikanan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Provinsi Jawa Barat, kembali perusahaan ini melanjutkan kerjasama dengan Fakultas Pertanian jurusan Agro Pertanian.

“Untuk Fakultas Kelautan dan Perikanan ada 4 mahasiswa asal Bulungan yang terdata sebagai mahasiswa UNPAD, besok 6/7/2022 MoU kembali dilanjutkan dengan Fakultas Pertanian, pada fakultas ini kita diberikan slot sebanyak 10 Mahasiswa, ” kata Muhammad Yusuf B SP, Superintendent PT PKN, kepada media ini diruang kerjanya, Senin 4/7/2022 kemarin.

Ke 10 orang mahasiswa asal Bulungan ini nantinya setahun menjalani perkuliahan di UNPAD, tahun kedua mereka akan sambil kerja dilokasi perusahaan tertentu sesuai jurusan nya, disemester terakhir mereka kembali ke kampus untuk menyelesaikan studi.

“Besok pak Iwan Suryatno S Hut selalu manager Comdev PT PKN, pak Triya Suprajeni Direktur PT ENM, pada penandatangan MoU itu juga diharapkan dapat bertemu dengan ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Alberthus Stefanus Marianus ST karena beliau juga diharapkan dapat hadir untuk menyaksikan, ” kata M Yusuf.

Selain itu tambah M Yusuf, PT PKN juga ada kerjasama dengan Universitas Kaltara (Unikaltar) Tanjung Selor, “mudah-mudahan anak-anak yang angkatan 2018 di Unikaltar bisa menyelesaikan studi nya, ” ujarnya.

Kalau dengan Universitas Borneo Tarakan, kerjasama dimulai sejak tahun 2021, ada beberapa anak yang difasilitasi kuliah disana. Juga kerjasama dengan Politani Samarinda.

“Di Bandung selain dengan UNPAD, PT PKN juga menjalin kerjasama dengan Universitas Maranhata, Poltek TEDC, Poltek Piksi Ganesha, termasuk kerjasama dengan Poltek Elektronik Negeri Surabaya, disini ada 6 orang anak Bulungan yang sudah menjadi mahasiswanya, ” ungkap M Yusuf.e

Termasuk kerjasama dengan Poltek Energi dan Pertambangan dibawah kementerian ESDM. Dimana tahun 2022 ini PT PKN juga menjalin kerja sama, dan mendapat kuota 10 mahasiswa, dari 10 orang tersebut yang baru terisi hanya 8 mahasiswa, semuanya juga dari Bulungan.

Untuk sistem pembiayaan, ada yang murni beasiswa dari perusahaan dan ada juga yang murni melalui kerjasama, artinya beasiswa dari PKN dan dari pihak kampus memberikan keringanan perkuliahan.

“Guna untuk kemudahan bagi mahasiswa kita juga ada juga sinergitas dengan program KIP kuliah, jadi ada sinergi yang baik disitu, ” imbuh M Yusuf.

Akan tetapi untuk tambahan kebutuhan transportasi, tambahan biaya tinggal kemudian tambahan biaya hidup semuanya difasilitasi oleh pihak perusahaan.

Program beasiswa tersebut sudah lama dilakukan dan itu diawali kerjasama dengan ITB, untuk jenjang Diploma Satu (D1), jurusan survei dan pemetaan.

Kendati demikian untuk lebih terstrukturnya sejak tahun 2018 program beasiswa ini mulai lebih digalakan. “Fokus pada tahun 2022 ini saja ada lebih 100 anak Bulungan yang kita kirim.kuliah diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, ” tukas M Yusuf lagi.

Dimana lanjutnya, beberapa proses penjaringan calon mahasiswa masih berlangsung. Harapan nya kelak setelah mereka selesai kuliah kembali membangun Bulungan.

“Saat ini juga masih ada 3 orang mahasiswa kita yang masih kuliah dinegara China, hanya saja karena keterbatasan akses dampak dari Pandemi Covid 19, pengiriman mahasiswa kenegeri tirai bambu tersebut masih ditunda sampai Pandemi bisa teratasi dengan baiik, ” tambah Yusuf.

Untuk peluang, PT PKN hanya mempritaskan anak-anak yang bermukim diring satu perusahaan atau di 4 site. Seperti, Kelubir, Sekatak Bengara, Apung, Sajau dan Ardimulyo.

Dimana kita beroperasi dan daerah terdampak itulah yang menjadi prioritas utama. Namun tidak menutup kemungkinan dimasa yang akan datang vendor nya bisa diperluas lagi.

“Yang tidak kalah penting untuk tahun ini ada 56 anak SMK dan SMA yang mendapat program beasiswa prestasi dari perusahaan dan ini berlangsung sejak tahun 2009 kemarin, ” kata M Yusuf. * jk/kjs.

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Seperempat Abad Kehadiran Batik Bultiya di Provinsi Kalimantan Utara

Published

on

Hj Sri Mulyanti SE MM (tengah).Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusri Bintang Darmawati SE M Si (kanan) DNA Hj Ainun Farida pencetus batik Bultiya (kiri).

– Mulai pejabat daerah hingga tokoh nasional pernah memakai batik produksi galeri batik Bultiya Farida.

TANJUNG SELOR – Siapa yang tidak kenal motif batik Bultiya (Bulungan, Tidung dan Dayak), tidak lah berlebihan kemunculan.motif batik ini lebih kurang seperempat abad menjadi cikal bakal produksi batik di Provinsi Kalimantan Utara.

Fahri Hamzah (tengah) mengenakan batik Bultiya produksi Galeri Bultiya Farida kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

Mengenang perjalanan batik Bultiya hingga dikenal luas tak terlepas dari peranan Hj Ainun Farida sang pencetus, dengan mengambil motif ukiran khas keraton kesultanan Bulungan yang dipadukan dengan ukiran khas Tidung dan Dayak, maka jadilah motif batik Bultiya yang dikenal luas hingga sekarang.

Sri Handayani Syarwani siteri Bupati Bulungan tengah serius membatik di Galeri Batik Bultiya Farida.

Menurut Hj Sri Muliyanti SE MM, sang penerus produksi batik Bultiya kepada media ini, Rabu 29/6/2022 mengatakan, Bultiya Arti Motif: Kata “Bultiya” merupakan singkatan nama tiga suku besar di Kalimantan Utara, yakni suku Bulungan, Tidung, dan Dayak. Motif ini diciptakan oleh Ridwansyah, seorang seniman dari Kabupaten Bulungan. Ia menciptakan motif ini untuk menghargai dan membantu memperkuat hubungan serasi antar suku di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Motif batik Busek kunyit.

“Adapun yang menyematkan nama bultiya adalah bupati bulungan H.Budiman Arifin beliau ingin agar suku yang ada di Bulungan ini menjadi sebuah satu kesatuan rumpun yang aman damai menjadi satu nafas, oleh karena itu dalam motif bultiya ini mengakomodir suku ssli tersebut, ” ujarnya.

Alhamdulillah, sekarang sudah banyak tokoh nasional yang mengenal batik Bultiya, bahkan seorang Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI Periode 2015 – 2020 pernah memakai batik tersebut saat berkunjung ke Kalimantan Utara beberapa waktu yang lalu.

Motif klasik.

Demikian pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si, sempat memperkenalkan batik Bultiya tersebut.

“Yang tidak kalah dan sangat membanggakan ibu Bupati Bulungan, Nyonya Sri Nur Handayani saat berkunjung ke sanggar batik Bultiya sempat ikut membatik. “Terima kasih ibu Bupati yang sudah turut memperkenalkan batik Bultiya, ” kata Hj Yanti sapaan akrab nya.

Bagi siapa saja yang berkunjung ke Kalimantan Utara, rasanya belum cukup kalau tidak membeli suvenir batik Bultiya sebagai oleh-oleh. Bahkan disaat acara tertentu kerap menjadi cendramata.

“Belum memakai batik Bultiya, berarti belum lengkap sebagai orang Bulungan Provinsi Kalimantan Utara”. * jk.

Continue Reading

Trending