– Mereka meminta Gubernur Kaltara berdialog langsung dengan rakyat
TANJUNG SELOR – Demonstasi Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Forum Keluarga Mahasiswa Dayak Agabag Tarakan, didepan GTM – Badan Penghubung Provinsi, berlangsung damai, aman dan tertib.
Ada lima tuntututan yang disampaikan oleh Mahasiswa, diantaranya,
Cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. KPUC, Transparansi pertanggung jawaban PT.KPUC kepada masyarakat, Transparansi penyelidikan kasus dan Sikap tegas PEMPROV. KALTARA terkait persoalan PT. KPUC dan PT. KHL, serta Bebaskan Tanpa Syarat Masyarakat adat Dayak Agabag Kecamatan Sebuku.
Aksi dimulai pukul 13.30 dan berakhir pukul 17.00, Senin, 12/4/2021.

Dalam. Orasinya, Supardi selaku penanggungjawab dan koordinator lapangan menyebut, bahwa spesies ikan sungai Kalimantan adalah jenis tertentu. Tidak ada jenis ikan lain yang bisa berkembang biak disini.
Diwawancarai disela Demo damai, Supardi, mengaku sangat menyayangkan ketidakhadiran Gubernur dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menemui mereka.
Yang menemui mahasiswa untuk Hearing hanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi, yang diwakili oleh Sekretarisnya, Ir Nurhamdi.
“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup benar-benar mendengar dan mau menyampaikan aspirasi Mahasiswa kepada Pemprov dna Gubernur, harus diketahui bahwa aksi ini tidak hanya sampai disini saja, namun ada kelanjutan nya khusus nya mengevaluasi tuntutan-tuntutan yang kami sampaikan, ” kata Supardi.
Artinya kata dia, melalui pesan WhatsAPP, harapan hasil dari hering bersama Dinas Lingkungan Hidup dapat menyampaikan aspirasi kepada lembaga tekait, dan pemprov harus lebih memperhatikan kondisi setiap lapisan masyarakat. Dan di harapkan jugaa Gubernur Kaltara bisa langsung berdialog mendengar aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Ir Nurhamdi Sekretaris DLH Kaltara, didepan para Mahasiswa saat Hearing mengatakan, bahwa apa yang bisa dijawab akan dijawab.
Sementara itu, Supardi selaku Korlap Mahasiswa mengawali penyampaian nya mengatakan, salam gotong royong, hidup rakyat Indonesia.
“Pertama sangat disayangkan Gubernur Kaltara tidak bisa hadir berdialog dengan kita, ” papar Supardi.
Pergantian kepemimpinan Provinsi Kaltara, lanjutnya, ternyata tidak banyak mengubah dalam tatanan sosial maupun ekonomi dalam masyarakat menjadi lebih baik, khusus nya bagi masyarakat Malinau maupun kabupaten Nunukan.
Sejak pada hari Minggu 7 Februari 2021 terjadi peristiwa penampungan limbah yang jebol diduga berasal dari kolam tuyak PT Kayan Putera Utama Coal (KPUC), limbah tambang mengalir kesungai Malinau yang mengakibatkan pencemaran. *
Reporter : Sahri.




