– Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan mengaku kecewa.
TANJUNG SELOR – Terhentinya lanjutan pembangunan pasar kuliner dijalan poros Trans Kaltara, di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, akibat tak teranggarkan lagi pembangunan lanjutan nya oleh Pemprov Kaltara, tahun anggaran 2021 menuai kekecewaan masyarakat, termasuk Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB) Drs Datu Buyung Perkasa M Pd.
“Seharusnya pembangunan pasar Kuliner berlanjut, agar bisa segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari penghasilan tambahan untuk keluarganya, ” kata Datu Buyung Perkasa, melalui telpon Selularnya, Senin, 6/4/2021.
Kalau memang tak ada niat untuk membangun kenapa dibangun, akhirnya tak dilanjutkan, padahal keberadaan pasar sangat dibutuhkan untuk sentra jual beli bagi masyarakat.

“Saya menilai dengan tak dilanjutkan nya anggaran pembangunan pasar Kuliner ini sama saja pemerintah tak serius melaksanakan pemulihan ekonomi ditengah masih mewabahnya virus Covid – 19 ini, ” kata Datu Buyung Perkasa.
Dalam hal ini, pemerintah provinsi melalui Dinas Tekhnis yang membidangi harus bisa menjelaskan kemasyarakat, apa sebab nya pembangunan pasar Kuliner Tanjung Palas tak dilanjutkan lagi anggaran nya.
Sementara itu, sumber media ini di Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Utara menyebut, Pasar kuliner Tanjung Palas rencana anggaran 15 M
Tahap 1 tahun anggaran 2020 nilai Rp 4 M, terdiri dari pembangunan pondasi dan siring penahan tanah.
Tahap 2 sisa Rp 11 M utk kelanjutan
Pembangunan fisik pasar, ini yang belum dianggarkan lanjutan pembangunan nya.
Menurutnya, tidak hanya pasar Kuliner di Tanjung Palas saja, pasar di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan dan pasar di Sebatik, Nunukan mengalami hal yang sama, pembangunan lanjutan nya dihentikan akibat tak teranggarkan di APBD 2021.
“Pembangunan pasar ini awalnya melalui APBD Provinsi Kalimantan Utara, ” tutup nya. *
Reporter : Sahri.

