– Saatnya kearifan lokal bangkit ditanah sendiri
TANJJNG SELOR – Yang perlu menjadi catatan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara, dalam tanda kutip, bahwa dinamika Otonomi Daerah (OTDA) itu sudah menjadi ciri Kehidupan berbangsa bangsa Indonesia saat ini. Artinya substansi dari Otonomi Daerah (OTDA) tersebut adalah kearifan lokal.
Jadi kearifan lokal itu prosentase nya terbesar memang dan menjadi potensi daerah. Jadi yang bisa mengolah itu adalah orang daerah itu sendiri.
Artinya yang bisa mengolah sekaligus dapat beradaptasi dengan itu adalah ornag daerah juga.
Hal itu disampaikan oleh Dr Ismit Mado ST MT, Dosen Universitas Borneo Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, kemarin malam.
Masalah pengetahuan wawasan menurut nya, seperti transfer knowledge saja. Artjnya harus ada sinergi, tapi prosentase terbesar harus tetap pada kearifan lokalnya
Karena lanjut Ismit Mado, transfer knowledge itu bisa dibangun melalui kerjasama dengan perguruan tinggi, dengan skala prioritas lokal oriented.
“Kalau memang ragu silahkan Gubernur, Bupati dan walikota uji anak-anak daerah secara akademik, ” imbuh Ismit Mado lagi.
Kenapa lanjutnya, sekarang sudah banyak anak daerah Kalimantan Utara yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Contoh saja Universitas Borneo Tarakan (UBT) saja sekarang usianya sudah 20 tahunan. Sudah menjadi perguruan tinggi negeri yang lengkap dengan fasilitasnya.
Demikian pula STMIK PPKIA Tarakan, dengan. Kekuatan informatika nya, sudah memiliki Akreditasi yang cukup lumayan, demikian pula dengan Universitas Kaltara sekarang sudah terakreditasi B.
Jadi secara akademik sudah teruji, dan memiliki nilai jual. Tinggal diuji secara praktek saja, dalam kontek mengembangkan ekonomi kerakyatan Kaltara, mengembangkan SDM dan potensi yang ada di Kalimantan Utara.
Harapannya tambah Ismet Mado, ada lah sinergi antara akademisi, pemerintah dan stakholder serta para pemangku kepentingan yang ada.
Pemangku kepentingan dimaksud, seperti pelaku usaha dan kelas-kelas masyarakat.
Dengan disyahkan nya HUT Kaltara yang jatuh pada tanggal 25 Oktober, artinya kita sudah membangun sebuah frame, bahwa sebuah pemerintah yang cerdas adalah pemerintah yang mampu menyerap aspirasi masyarakat nya.
“Jadilah pemerintah yang seperti itu, ” kata Ismit Mado. *
Reporter : Sahri

