Besok, Presidium Kota Tanjung Selor Bertemu Stafsus Kemendagri

– Bahas kesiapan percepatan sebagai DOB baru di Indonesia

TANJUNG SELOR – Ketua Presidium Percepatan Pembentukan Kota Tanjung Selor sebagai salah satu daerah otonomi baru (DOB) baru di Indonesia, Achmad Djufrie SE MM, menjadwalkan, besok, Rabu, 31/3/2021 bertemu staf khusus (Stafsus) Kementerian Dalam Negeri bidang Keamanan dan Hukum dan Bidang Politik dan Pembentukan Jaringan, di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Tim percepatan dari Kementerian Dalam Negeri ini nantinya akan meninjau langsung kesiapan kota Tanjung Selor sebagai DOB baru, ” kata Achmad Djufirie, Selasa 30/3/2021.

Kita harus menyambut dengan baik, agar sejarah baru terukir kembali dibumi Benuanta.

Presidium sangat optimis, karena seluruh sarat untuk mendapat persetujuan dan dukungan dari pemerintah pusat sudah lengkap.

Mulai dari dukungan Bupati Bulungan, Gubernur Kalimantan Utara, dari DPRD Kabupaten serta DPRD Provinsi juga sudah ada, demikian pula untuk kajian akademis nya.

Tinggal secara tekhnis yang belum siap, karena nya kita berharap tim dari Kemendagri nanti langsung menunjuk berdasarkan undang-undang nomor 20 Tahun 2012 mengatakan bahwa ibukota Provinsi Kalimantan Utara berkedudukan atau beribukota di Tanjung Selor.

“Harapan lain nya setelah tim Kemendagri selesai melakukan peninjauan, maka segera dibentuk kota Tanjung Selor dengan menyetujui sarat yang sudah ada. Segera melakukan evaluasi akhir seperti didaerah lain bahwa ibukota Provinsi berada di Kota Tanjung Selor tersebut, ” tegas Achmad Djufrie.

Dengan demikian nantinya juga harus disiapkan Kantor Pj Walikota dan Sekretariat DPRD Kota Tanjung Selor.

Terkait pendanaan awal, Achmad Djufrie, menegaskan lagi, harus ada perhatian dari Pemerintah Pusat untuk membantu anggaran awal melalui APBN, serta kesiapan dana sumbangan wajib dari Kabupaten Induk dan Provinsi Kalimantan Utara diawal berdirinya pemerintah kota Tanjung Selor. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!