Connect with us

Berita Sorot Peristiwa

Malam Hari, Tanjung Selor Ibukota Kaltara Mirip Bulungan Tempo Doeloe

Published

on

Penampakan tiang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dijalan Sengkawit Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dalam kondisi mati total

– Lampu Penerangan jalan umum (PJU) banyak yang dalam kondisi mati total

TANJUNG SELOR – Bila saat ini anda berusia sekitar 40 hingga 50 tahunan, tentu pasti masih ingat dengan suasana malam hari di Tanjung Selor Tempo Doeloe, sangat gelap sekali.

Dimana sekarang, suasana kota ini mirip dimasa lalu itu, lantaran lampu penerangan jalan umum (PJU) nya banyak yang mati total. Walau pun ada yang masih menyala jumlah nya masih bisa dihitung dengan jari.

Contoh di jalan Sengkawit, mulai dari depan pasar induk hingga simpang tiga arah Pelabuhan Sengkawit, hanya ada sekitar tiga titik tiang PJU yang lampunya masih menyala, sisanya dalam kondisi mati total.

Hasil investigasi media ini malam tadi, Kamis 18/2021, disepanjang jalan mulai dari depan Hotel Assoy hingga keujung kampung Arab (Jalan Jenderal Soedirman) satu pun lampu jalan yang menyala, walau pun ada sedikit cahaya terang terlihat itu berasal dari rumah-rumah warga.

Perihal yang sama bisa dilihat mulai dari arah skip I (lampu merah) hingga kedepan SMAN 1 Tanjung Selor, dari sekian banyak lampu jalan, hanya sekitar 4 tiang yang masih menyala, sisa nya dalam kondisi mati.

Artinya bila kita melihat kota Tanjung Selor dari seberang (Tanjung Palas), yang terlihat ada Kilauan cahaya listrik hanya lampu yang ada disepanjang Taman Tepian Kayan, dan perumahan warga dan beberapa buah hotel serta penginapan yang ada disepanjang jalan Jenderal Soedirman. *

Reporter : Sahri.

Bulungan

Mengenang Tragedi Hilangnya 63 Orang Kerabat Kesultanan Bulungan Tahun 1964

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa M Pd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan.

– Pemerintah di minta membangun Monumen yang mencantumkan nama-nama ke 63 orang kerabat itu, guna mengenang jasa-jasa mereka terhadap daerah, bangsa dan negara.

TANJUNG SELOR – Wacana membangun sebuah monument yang mencantumkan nama-nama 63 orang kerabat kesultanan Bulungan yang hilang atau sengaja dihilangkan oleh oknum tentara yang berapiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1954 silam mulai disuarakan.  

Dimana sampai saat ini 63 orang kerabat itu belum diketahui keberadaannya, apakah mereka masih ada atau kalau sudah tiada dimana makam nya juga belum  bisa ditemukan.

Sesuai cerita dari para tetua, bahwa ke 63 orang kerabat Kesultanan itu dijemput oleh oknum-oknum tentara yang berapiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1964 silam, yang kala itu dibawah komando  Panglima Brigjend Soeharyo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Harjo Ketjik.

Wacana membangun monument untuk mengenang jasa-jasa mereka (Kerabat Kesultanan Bulungan, red) agar bisa dikenang kini  mulai disuarakan. Dengan tujuan agar jasa-jasa mereka bisa dikenang oleh generasi sekarang maupun yang akan datang, bahwa nenek moyangnya rela gugur demi mempertahankan tekad untuk tetap berdaulat dengan pemerintah Republik Indonesia yang sah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Sultan Bulungan yang mulia almarhum Maulana Muhammad DJalaludin, mengibarkan bendera sangsaka merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sekaligus menggelar upacara dihalaman istana pada tanggal 17 Agustus 1949.

Menanggapi wacana membangun monument yang mencantumkan nama-nama 63 orang kerabat Kesultanan itu, Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Drs Datu Buyung Perkasa, M Pd, sepakat dan mendukung penuh wacana tersebut “Dengan hilang nya atau dihilangkan 63 orang kerabat itu, sewajarnya pemerintah membangunkan monument untuk mereka, “ kata Datu.

Yang lebih menyakitkan ujar Datu Buyung, hilangnya atau dihilangkan nya 63 orang kerabat Kesultanan Bulungan tersebut, disertai dengan tuduhan yang sampai sekarang tidak bisa dibuktikan kebenaran nya.

“Tuduhan dengan sebutan Subversif namun itu hanya rekayasa atau tuduhan mereka saja (oknum) saja, karena fakta-fakta ataupun bukti sampai saat ini tidak jelas, “kata Datu Buyung Perkasa.

Karenanya, untuk mengenang kembali sudah sewajarnya monument yang mencantumkan nama 63 orang kerabat Kesultanan Bulungan tersebut dibangun. Dimana mereka ini semasa hidupnya sudah menyatakan diri berdaulat dengan pemerintah Republik Indonesia yang sah pada tahun 1949 silam.

Artinya bagaimana pemerintah sekarang harus bisa menghargai setiap perjuangan untuk menegak kan Pancasila dinegeri ini, “ jelas 63 orang kerabat ini hilang atau dihilangkan oleh oknum tentara yang berapiliasi kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) dibawah komanda Brigjend Suharyo atau Haryo Ketjik, mereka juga bisa disebut sebagai perisai bangsa, wajar apabila dibangunkan sebuah monument untuk mengenangnya, diwariskan kepada anak cucu mereka dimasa-masa yang akan  datang, “ tegas Datu Buyung lagi.

Selain mereka pernah berjasa membangun daerah ini, tekad tetap mendukung pemerintah yang sah juga harus mendapat penghargaan dari negara atau pemerintah daerah sekarang ini, baik oleh Pemkab Bulungan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Ingat itu, tanpa adanya kesultanan Bulungan, sampai sekarangf tidak akan pernah ada Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Kota di Kaltara, termasuk berdirinya Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia. Jadi wajar apabila pemerintah membangun sebuah monument sekaligus membangun duplikat keraton sebagai ganti Istana kesultanan Bulungan yang musnah dibakar oleh oknum-oknum tentara yang berapiliasi kepada PKI pada peristiwa tahun 1964 silam, “ ujar Datu Buyung Perkasa.

Ia juga menilai, silih berganti pemimpin daerah, keinginan untuk membangun duplikat istana hanya sebatas pemanis bibir saat berpidato saja. Nyatanya tetap saja sampai diakhir masa jabatan pemimpin yang silih berganti tersebut duplikat bangunan istana dimaksud tidak pernah terwujud.

Fakta lain nya kata Datu Buyung Perkasa, sudah sekian puluh tahun Kabupaten Bulungan, sembilan tahun Provinsi Kalimantan Utara, bangunan museum yang disebut sudah ada masterplannya belum juga kunjung terbangun, padahal keberadaan museum ini bisa menjadi wahana belajar kepada generasi muda untuk mengingat bahwa Kesultanan Bulungan  pernah ada dan berjuang untuk membangun daerah ini. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Gubernur Menyapa Mahasiswa Kaltara Yang Kuliah di Bandung

Published

on

Poto bersama Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum dengan Mahasiswa Poltek Piksi Ganesha Bandung, asal Kalimantan Utara.

BANDUNG – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum, Selasa, 23/11/2021, kemarin, berkesempatan meluangkan waktunya, bertemu dengan mahasiswa asal Kaltara yang kuliah di Bandung Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum, bersama Mahasiswa Poltek Piksi Ganesha asal Kalimantan Utara, Anang Rifaldy Ari.

 

Sebanyak 79 orang Mahasiswa tersebut, terdiri dari Mahasiswa Poltek TEDC dan Poltek Piksi Ganesha dan beberapa perguruan tinggi lain nya disapa oleh Gubernur.

Kegiatan dilaksanakan di Kampus Utama, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur berpesan kepada seluruh Mahasiswa, agar belajar dengan giat, serta menjaga nama baik Provinsi Kalimantan Utara.

Hari ini Selasa 23 November 2021, ada dua MoU yang ditandatangani oleh, Tria Suprajeni atas nama Direktur ENM Group.

Salah satunya MoU antara ENM Group dengan Poltek Piksi Ganesha Bandung, terkait perihal Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus fokus pada peningkatan SDM di Kabupaten Bulungan, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Asal Kabupaten Bulungan Kaltara sebanyak 26 Mahasiswa, yang diterima di Piksi Ganesha pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas kesehatan dan Fakultas IT dan Komputer.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Teguh Henri S M Pd. sekaligus memberikan pesan agar Mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh membawa nama baik Kabupaten Bulungan dan kedepan setelah lulus bisa membangun Kaltara yang lebih baik.

MoU kedua antara ENM Group dengan UNPAD, yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Jl. Dipatiukur. MoU ditandatangi langsung oleh Rektor UNPAD
Prof Dr Rina Indiastuti, SE M SIE. dan Direktur ENM, Ir Tria Suprajeni MM.

Dalam kesempatan yg sama ditandatangani pula MoU antara Pemprov kaltara yang langsung dihadiri oleh Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum.

Di kesempatan itu, Gubernur berharap kedepan Mahasiswa asal kaltara dapat alokasi khusus untuk dapat menempuh pendidikan di UNPAD.

Dalam Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor dan Dekan dilingkungan Universitas Padjadjaran serta OPD terkait dilingkungan Pemprov kaltara.

Setelah Acara penandatanganan MoU di UNPAD Gubernur Kaltara dan Direktur ENM Group berkesempatan menyapa 79 Mahasiswa asal Kabupaten Bulungan yg kuliah di bbrp Perguruan Tinggi di Jawa Barat an Poltek TEDC Bandung dan Poltek PIKSI Ganesha Bandung.

Dalam kesempatan ini Gubernur berpesan agar Mahasiswa asal kaltara belajar dengan giat, menjaga nama baik Provinsi Kaltara. *

Sumber : Press Realeas.
Editor.   : Sahri.

Continue Reading

Sorot Peristiwa

Besok, Atlet Panjat Tebing Kaltara Turun Bertanding di PON XX Papua

Published

on

Atlet Panjat Tebing Kaltara, Sabri (kanan), Kamarudin, Manager tim (too kuning (kiri) dan Rudiyanto sang pelatih (tengah).

– Manager tim mohon doa restu dari seluruh lapisan masyarakat.

PAPUA – Besok, Selasa, 28/9/2021, Sabri, atlet panjat tebing Kalimantan Utara, akan turun berlaga di PON XX, di Papua, atau tepat nya di Mimika.

Sabri sang peraih medali Perak di Kelas Speed ini, akan turun berlaga besok  dikelas  Speed we dan combained sebagaimana yang disampaikan, Kamaruddin, manager panjat tebing Kaltara, beberapa saat lalu.

Sumber, media ini dari Papua menyebutkan, Sabri, merupakan salah satu andalan Kaltara untuk meraih medali emas. Dimana pada pra PON di Sulawesi Selatan tahun 2019, Sabri, menyabet medali perak, bukan mustahil seiring dengan latihan yang kontinyu ia bisa memperbaiki peringkat di PON Papua ini.

Dibawah asuhan pelatih, Rudiyanto, dan managernya, Kamaruddin, atlet andalan panjat tebing Kaltara ini beberapa waktu lalu telah melaksanakan TC di Jawa Tengah, bahkan dari sana mereka langsung bertolak menuju Papua.

“Kita optimis karena kekuatan tim lain dari hasil kualifikasi sudah bisa terbaca, ” imbuhnya.

Karenanya mereka mohon doa restu dari seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Utara, untuk bisa mempersembah kan prestasi terbaik di PON XX Papua. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending