Warga Menilai Sistem Drainase Kota Tanjung Selor Kaltara Amat “Buruk”

TANJUNG SELOR – Disadari atau tidak, persoalan genangan air akibat turun hujan mulai meresahkan banyak masyarakat kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, persoalan ini terjadi akibat “buruknya” sistem drainase kota tersebut.

Misal nya warga RT 8 Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mengaku sudah tak tahan dengan hadirnya genangan air saat musim hujan tiba. Yang mengakibatkan lingkungan tempat tinggal mereka kerap tergenang, walau pemukiman nya sangat dekat dengan bantaran sungai Selor.

“Tolong aspirasi kami ini disampaikan kepada pemerintah, supaya lingkungan kami dibuatkan drainase yang baik agar maksimal mengalirkan air saat musim hujan tiba, ” kata Simon Unya, Ketua RT 8 menyampai kan aspirasi warga nya saat berlangsung nya agenda Reses, Alberthus SM Baya ST, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, disana beberapa waktu yang lalu.

Menurut Simon, ancaman genangan air dipemukiman mereka tidak saja menghambat aktifitas, namun bisa berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegefty yang menyebabkan penyakit malaria.

“Terkadang bila genangan air terlalu lama juga menimbulkan bau yang tidak sedap, terutama pada malam hari, ” ujar Simon.

Tidak hanya warga RT 8, warga yang tinggal dibeberapa jalan simpang juga menyampaikan keluhan yang sama. Misalnya warga jalan Langsat, jalan Semangka dan beberapa ruas jalan lain nya.

Sebut saja namanya Herby, ia terang-terangan mengungkapkan kekesalan dilingkungan nya kerap terjadi genangan air yang cukup banyak, ini dikarenakan drainase yang ada sudah nyaris tertutup rumput.

Celakanya kata dia, bahkan sudah ada beberapa bagian yang sengaja ditutup. Sehingga tak nampak lagi paret nya seperti sedia kala.

Menanggapi aspirasi warga, Alberthus SM Baya, mengatakan, nantinya akan diteruskan kepada pemerintah melalui organisasi perangkat daerah yang membidangi.

Demikian pula kerapnya terjadi genangan air dijalan rambutan. Bahkan itu bisa dilihat didepan kantor Gabungan Dinas (Gadis) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Hasil pantauan media ini beberapa waktu lalu disana, genangan air yang sudah menutupi seluruh permukaan badan jalan bisa bertahan hingga dua harian.

Ini terjadi lantaran tak ada jalan aliran air mengalir menuju Sungai. Sepertinya kondisi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun.

Karena nya warga kota banyak berharap, persoalan sistem drainase kota ini bisa menjadi perhatian pemerintah, baik oleh pemerintah kabupaten Bulungan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!