DPRD Kaltara Minta Pembangunan Rumah Garam Krayan di Kaji Kembali

– Karena posisi gudang dan rumah pengolahan lebih tinggi dari sumber air baku garam

TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, asal Daerah Pemilihan III Nunukan, wilayah Krayan, Yakob Palung SH, meminta pemerintah mengkaji kembali posisi bangunan rumah Garam yang dibangun di Desa Pa Trutun kecamatan Krayan Induk.

“Kenapa saya minta dikaji ulang lokasi pembangunan nya, selain letak gudang dan rumah pengolahan nya berada dilokasi yang tinggi dari sumber air, jarak nya juga cukup lumayan jauh yaitu lebih kurang 900 meter, ” ujar Yakob Palung, Senin, 8/3/2021.

Yakob sapaan akrab politisi PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Utara ini menambahkan, melihat kondisi bangunan rumah Garam tersebut juga masih belum mengalami kemajuan yang signifikan. Yakni masih berupa rangka dan atap saja, hanya sebagian yang sudah berdinding.

Kondisi bangunan rumah garam Krayan Kabupaten Nunukan.

Padahal bila sudah bisa dioperasikan, tentu dapat menambah pendapatan masyarakat setempat. Karena selain dijual ke Malaysia, harganya pun cukup lumayan yaitu Rp 18 Ringgit Malaysia perkilogram nya..

“Garam Krayan juga dijual keluar seperti ke Tarakan, Nunukan, Malinau dan Tanjung Selor dengan harga Rp 100.000 / Kg, ” tandas Yakob Palung.

Menurutnya, pembangunan rumah garam di Krayan tersbut menelan dana sebesar Rp 3.950.650.087,11, dengan SPK Nomor 027/042.aSP/DPKK.UMK, Dengan pelaksana kerja PT RUEB SEBILING.

Diketahui, lantaran masih dalam situasi lockdown, terpaksa hasil produksi garam yang dijual ke Malaysia diangkut dengan tenaga manusia. Itupun jumlahnya terbatas, terkadang tak mampu menutupi biaya produksinya.

Berbeda ketika garam Krayan ini langsung dibeli ditempat oleh pengusaha Malaysia. Warga sebagai pengolah tentu tidak perlu lagi menggunakan biaya untuk angkutan.

Karenanya warga berharap ada percepatan pembangunan akses jalan yang maksimal dan representatif menuju wilayah perbatasan dari Kabupaten Malinau. Supaya memudahkan warga untuk mengangkut hasil pertanian, peternakan serta hasil bumi nya kenegara tetangga tersebut. *

Reporter : Sahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!