MALINAU – Warga Desa Paking, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, belum bisa menikmati jaringan internet yang maksimal, sebagaimana layaknya warga masyarakat yang bermukim di Tanjung Selor, sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara.
Leletnya jaringan internet tersebut tidak saja dirasakan oleh pengguna handphone android, pengguna PC dari komputer maupun notebook juga mengalami hal yang sama.
Akibatnya, era belajar daring atau belajar melalui handphone dari rumah bagi siswa sekolah dari berbagai tingkatan didesa Paling belum bisa maksimal mengikuti proses belajar mengajar menggunakan pola tersebut.
Menurut Kepala Urusan Pemerintahan Desa Paking, Yosep Padan menyebutkan, jaringan Telkomsel didesa mereka sangat buruk sekali, untuk menggunakan telpon selular saja kadang bisa terkoneksi dengan handphone yang dibubungi kadang sangat sulit sekali.
“Kita berharap Tower Base Transceiver Station (BTS) bisa terbangun secepatnya didesa Paking harap Yosep Padan.
Yosep Padan juga menambahkan, terkait persoalan leletnya jaringan internet itu sudah kerap disampaikan kepada pemerintah melalui OPD yang membidangi, namun tetap saja sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang konkret terkait masalah itu.
“Harapan kita speed atau kecepatan akses internet didesa kami bisa ditambah, ” harapnya.
Tidak hanya didesa Paking, Erwin, Siswa Sekolah SMA Negeri 4 Malinau juga mengeluhkan akhir-akhir ini akses jaringan internet kerap mengalami gangguan
“Jangan kan untuk berselancar didunia maya, terkadang untuk menelpon menggunakan handphone saja sering tak tersambung, ” ujar Erwin yang juga diamini oleh siswa lain nya bernama Fani.
Karenanya mereka berharap untuk tahun anggaran 2021 mendatang, pihak pemerintah mau menambah BTS diwilayah mereka. *
Reporter : Jimmy Charter.
Editor : Sahri.












