Connect with us

Berita PEMPROV KALTARA

Teguh Setya Budi Minta Tim Satgas Covid – 19 Kaltara Berkerja Maksimal

Published

on

TANJUNG SELOR – Pjs Gubernur Kaltara Dr H Teguh Setyabudi M Pd, meminta seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Percepatan dan Pencegahan Covid – 19 se Kalimantan Utara untuk berkerja maksimal dengan menerapkan pola kerja luar biasa guna menahan penyebaran nya dimasyarakat.

Hak itu diungkapkan Teguh Setyabudi, saat dilaksanakan nya Rakor Satgas Covid – 19 Provinsi Kalimantan Utara diruang serba guna gedung Gadis, Rabu 4/11/2020, kemarin.

“Saya minta Tim Satgas untuk berkerja lebih keras dan intens, ” ucap Teguh Setya Budi.

Saat ini, ada 3 strategi yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam upaya percepatan penanganan wabah Covid-19. Strategi pertama, adalah melakukan testing yaitu pemeriksaan. Sampai saat ini ada 5 laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 di Kaltara yaitu Laboratorium PCR dan TCM di RSUD Tarakan dan RS Kota Tarakan, serta Laboratorium TCM di RSUD Bulungan.

“Alhamdulillah, sudah 5.625 sampel yang diuji. Saya berharap bisa lebih banyak lagi sampel yang diuji tiap harinya,” katanya.

Yang kedua, tracing yaitu pelacakan dan ketiga adalah treatment atau pengobatan. Selain ketiga strategi tersebut, ada langkah-langkah preventif yang perlu ditingkatkan.

“Yaitu upaya preventif seperti edukasi, sosialisasi lewat media cetak dan media sosial, kegiatan penertiban masker, penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan masyarakat dan pemerintahan, kegiatan penyemprotan di fasilitas umum,” sebutnya.

Dari hasil laporan dari juru bicara Satgas Covid-19 Kaltara, pengalokasian anggaran khusus Satgas Covid-19 sebesar Rp 12,05 miliar, dan per Oktober sudah terserap 66 persen. “Saya harapkan realisasi anggaran tersebut bisa dipercepat dan kita cermati bersama. Begitu juga dengan anggaran dinas terkait dalam hal penanganan dampak sosial dan ekonomi. Yang jelas, harus terkait strategi 3T penanganan Covid-19 di Kaltara,” ujarnya.

Selain itu, Teguh juga merasa perlu menggencarkan imbauan protokol 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sebagai langkah efektif dalam melawan penularan Covid-19. Dan, kampanye pembagian masker pun perlu digalakkan. “Apalagi kita akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020, jangan sampai pilkada menjadi klaster baru. Sebaliknya, pilkada harus bisa menjadi momen perlawanan bersama mengatasi Covid-19,” paparnya. * Nina AF.

PEMPROV KALTARA

Komitmen Pemberantasan Korupsi, Gubernur Ikuti Rapat Koordinasi Penguatan Peran APIP

Published

on

PEMBERANTASAN KORUPSI : Gubernur Kaltara, Dr. (HC) H. Zainal A Paliwang, M.Hum, menerima Komitmen Penguatan Pemberantasan Korupsi Daerah yang diserahkan langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak di Ruang Pertemuan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (17/7/2024).

MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. (HC) H. Zainal A Paliwang, M.Hum, menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah dalam Rangka Penguatan Peranan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk Pencegahan Korupsi Tahun 2024 yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak secara resmi membuka acara yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (17/7/2024).

Dalam sambutannya, Johanis Tanak menghimbau pada seluruh pemerintah daerah (pemda) melalui APIP agar selalu konsisten dalam menciptakan tata kelola pemerintahan bersih dan bebas dari aksi korupsi.

“Maka dari itu pemda harus memperkuat peran APIP sebab KPK berterima kasih jika semua dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Johanis Tanak juga mengatakan, kepala daerah diminta untuk tidak macam-macam dalam pengelolaan keuangan di pemda, terlebih berujung ke tindak pidana korupsi. Ia menegaskan para pejabat aktif maupun non-aktif akan tetap diproses jika terbukti.

“Kami (KPK) tidak akan kompromi jika ada yang berbuat korupsi, karena yang diambil itu adalah uang rakyat,” jelasnya.

Pembukaan Rakor ditutup dengan pembacaan serta penyerahan Komitmen Penguatan Pemberantasan Korupsi Daerah yang diserahkan langsung oleh Johanis Tanak kepada Gubernur Zainal bersama 7 Gubernur/Pj Gubernur wilayah IV Koordinasi dan Supervisi KPK. (dkisp)

Continue Reading

PEMPROV KALTARA

Pastikan Investasi Fokus Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Published

on

PENYERAPAN TENAGA KERJA :Gubernur Kaltara, DR (HC) H Zainal A Paliwang, M.Hum meninjau project pembangunan PLTA Mentarang Induk beberapa waktu lalu.

TANJUNG SELOR – Kaltara membutuhkan investasi karena investasi akan terus tumbuh juga akan mendatangkan penerimaan negara dan juga penerimaan daerah.

Penata kelola Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani menyebutkan sesuai dengan arahan Gubernur masuknya investasi ini juga akan membantu meningkatkan perekonomian yakni dengan menyerap tenaga kerja yang ada di Bumi Benuanta.

Hal ini, kata dia, telah disampaikan oleh Gubernur Kaltara, DR (HC) H Zainal A Paliwang, M.Hum saat menjadi narasumber Intermediate Training Tingkat Nasional HMI Cabang (P) Nunukan beberapa waktu lalu.

“Investasi yang masuk saat ini mulai banyak menyerap tenaga kerja, khususnya pada sektor energy dan manufaktur, proyeksi kita dari 2 sektor ini akan menyerap sekitar 7 hingga 8 ribu tenaga kerja,” kata Rahman.

Rahman membeberkan, sektor tersebut seperti pada bidang energi. Di mana terdapat dua proyek besar yang sedang berjalan di Kaltara, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) baik Sungai Kayan maupun Sungai Mentarang.

Selanjutnya, Rahman mengungkapkan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Kabupaten Bulungan saat ini sudah menyerap tenaga kerja hampir 5.200 orang, di Tarakan juga ada industri bubur kertas oleh PT. Phoenix Resources International (PRI) yang akan menyerap tenaga kerja sebanyak 800 orang pada tahap 1 ini.

Menurutnya, kedepan potensi penyerapan tenaga kerja akan terus berkembang dan Pemerintah Provinsi Kaltara akan berupaya serta mendorong pengembangan di sektor pertanian, perikanan dan manufaktur tersebut.

“Ketiga sektor ini sangat besar peluang untuk penyerapan tenaga kerja, dalam waktu dekat kita juga akan segera masuk investor untuk pengembangan kawasan pertanian di Bulungan, kemarin sudah bersurat resmi ke kita melalui gubernur,” tuntasnya.(dkisp)

Continue Reading

PEMPROV KALTARA

Sosek Malindo, Fokus Peningkatan Kesejahteraan di Kawasan Perbatasan Negara

Published

on

SOSEK MALINDO : Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra (Ketua Sosek Malindo Provinsi Kaltara), H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos, M.Si memimpin Pertemuan Tim Teknis Sidang ke 26 JKK/KK Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kaltara/Peringkat Negeri Sabah di Balikpapan, Rabu (17/7).

BALIKPAPAN – Upaya kerjasama melalui Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal ini tertuang dalam Pertemuan Tim Teknis/Kumpulan Teknikal dan Sidang ke-26 JKK/KK Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kaltara/Peringkat Negeri Sabah di Novotel Balikpapan, Rabu (17/7).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos, M.Si mengungkapkan agenda Sosek Malindo telah masuk tahun ke-7. Di mana, sudah banyak kerjasama yang telah disepakati oleh kedua negara.

“Kerjasama yang terjalin bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di kawasan perbatasan kedua negara,”kata Datu Iqro yang juga menjabat sebagai Ketua Sosek Malindo Provinsi Kaltara.

Ia berharap hasil sidang ke-26 yang digelar dapat menjadi rujukan untuk ditindaklanjuti menjadi usulan program baru sesuai dengan perkembangan sosio ekonomi masing-masing negara.

“Karena itu, kita perlu menyadari bahwa wawasan masyarakat kita terus berkembang, demikian halnya permasalahan yang terjadi dan menuntut penyelesaian secepatnya dengan hasil yang memuaskan,”ujarnya. Di mana, saat ini tengah dihadapkan dengan persaingan global, sehingga kerjasama antar negara perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.

“Dari sekian banyak rencana kerjasama yang kita sepakati bersama, beberapa hal telah kita laksanakan sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat kedua negara,”jelasnya.

Namun demikian, Datu Iqro berharap beberapa rencana yang belum sempat ditindaklanjuti agar segera dapat direalisasikan sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk mereview kembali program apa saja yang belum kita laksanakan, sehingga perlu ditinjau kembali untuk segera kita tindaklanjuti,”terangnya.

Adapun beberapa isu pembahasan yang akan disampaikan seperti masalah banjir di perbatasan sungai sesayap, akses jalan perbatasan 708 Serudong – Seimanggaris Sabah – Kaltara, investasi rumput laut, hingga usulan pembangunan pos bersama RI – Malaysia.

Datu Iqro juga menyinggung terkait proses pemindahan Ibu Kota Baru yang tengah berjalan. Ia memaparkan mengenai alasan pemindahan ibu kota ke Kalimantan meliputi, pengembangan Ibu Kota Baru diharapkan dapat mengurangi beban dan permasalahan yang ada di Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis.

“Faktor ekonomi menyebabkan tingginya urbanisasi. Tingginya jumlah populasi menimbulkan permasalahan seperti kemacetan lalu lintas dan pencemaran lingkungan, serta pembangunan gedung bertingkat,”jelasnya. Selain itu, pemindahan ibukota juga dapat mengurangi kesenjangan antara Pulau Jawa dan Luar Jawa.

Ia berharap, dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara, kedua negara (Indonesia-Malaysia) dapat merasakan manfaatnya. “Karena itu, dari pelaksanaan Sosek Malindo ini, kita bersama-sama dapat mengambil manfaat dari rencana besar itu, serta mengantisipasi resiko yang terjadi,” tuntasnya. (dkisp)

Continue Reading

Trending