TANJUNG SELOR – Pjs Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Teguh Setyabudi, meminta OPD yang serapan anggaran nya rendah untuk secepatnya melakukan cara-cara luar biasa.
Hal ini disampaikan Teguh Setyabudi, saat memimpin rapat koordinasi dan pengendalian pembangunan daerah triwulan IV tahun anggaran 2020, belum lama ini.
Menurut nya, sesuai laporan Plt Kepala Badan Pengelolaan Dan Aset Daerah (,BPKAD), Denny Harianto, secara umum realisasi APBD per 26 Oktober, untuk pendapatan sebesar Rp 2,070 triliun atau sekira 81,75 persen.
Dengan rincian, realisasi PAD atau Pendapatan Asli Daerah sebesar 73 persen. Meliputi sektor pajak 63,80 persen, retribusi 70,34 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah 97,10 persen. Selebihnya realisasi dana perimbangan 84,92 persen atau kurang lebih Rp 1,5 triliun dari pos pendapatan daerah pada APBD 2020 sebesar Rp 1,8 triliun lebih.
Selanjutnya realisasi belanja, disampaikan Denny, hingga per 26 Oktober, belanja daerah melalui APBD 2020 telah teralisasi 63,51 persen atau kurang lebih Rp 1 triliun.
“Pada jangka waktu yang sama tahun sebelumnya, realisasi belanja tahun ini (per 26 Oktober) masih lebih tinggi. Untuk diketahui, pada tahun lalu hingga 26 Oktober realisasinya 58 persen,” terang Denny dalam laporannya.
Lebih rinci disebutkan, meski secara rata-rata capaian realisasi belanja daerah sudah cukup baik, ada beberapa OPD yang capaian realisasinya masih sangat rendah. Bahkan ada yang asih di bawah 30 persen. Di sisi lain, lanjutnya, ada sejumlah OPD yang realisasi belanjanya di atas 70 persen. Seperti di antaranya BPKAD yang mencapai 78,79 persen dan Dinas Kesehatan yang capaian realisasinya 70,70 persen.
Senada dengan Denny, juga dilaporkan oleh Plt Kepala Biro Pembangunan Sapi’i. Dia menyampaikan, sesuai data laporan yang diterimanya realisasi keuangan mencapai 63,51 persen. Sedang realisasi fisik mencapai 65,8 persen.
Dalam kesempatan itu, Sapi’i meminta kepada seluruh OPD untuk segera update menyampaikan laporan realisasi baik fisik maupun keuangannya kepada Biro Pembangunan. Hal ini penting untk mengetahui realisasi kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemprov Kaltara, sekaligus sebagai bahan evaluasi.
Menanggapi laporan tersebut, Pjs Gubernur sangat apresiasi atas kinerja jajaran Pemprov Kaltara. Hanya saja, Teguh meminta untuk terus digenjot realisasi kegiatannya hanya pada akhir tahun nanti dapat tercapai sesuai target yang diinginkan.
Terutama bagi OPD yang masih rendah realisasinya, Pjs Gubernur menekankan, untuk segera digenjot. Apalagi mengingat waktu hanya tersisa kurang dari 2 bulan. Diperlukan cara extraordinary atau cara luar biasa untuk melakukan percepatan.
“Silakan dikoordinasikan, jika ada kendala-kendala segera disampaikan, dan secepatnya dicarikan solusi. Mengingat waktu yang tinggal satu setengah bulan lagi, harus kerja keras. Bahkan harus dengan cara-cara yang luar biasa, extraordinary. Dengan harapan, capaiannya nanti bisa sesuai target. Bahkan lebih,” ujarnya. * Nina AF.










