TANJUNG SELOR – Tidak hanya kegiatan dokter Terbang untuk masyarakat wilayah perbatasan dan wilayah terpencil di Kalimantan Utara (Kaltara), kegiatan sunatan masal juga dilakukan untuk anak-anak yang sudah siap dkhitan.
Tidak tangung-tanggung pelaksanaan sunatan masal di Tarakan, yang dipusatkan di SMA Negeri 3, dipantau langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, didampingi oleh ketua TP PKK Provinsi, Hj Rita Ratina yang sekaligus juga istri tercinta Gubernur Provinsi Kalimantan Utara.
“Sebanyak 121 anak dikhitan secara masal dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara.
Tidak hanya sunatan masal, sejak awal kepemimpinan Irianto Lambrie sebagai Gubernur Kaltara, berbagai program untuk masyarakat terus dilakukan. Mulai dari bantuan rehab rumah warga kurang mampu hingga bantuan pembangunan rumah ibadah.
Dalam kesempatan sama ada pengobatan gratis yang digelar saat ini. Program ini kita kembangkan terus menerus dengan melibatkan dokter spesialis.
Kegiatan pengobatan gratis ini, bagian dari program Dokter Terbang. Program ini memiliki tujuan memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang ada dalam layanan kesehatan.
Program ini juga, memiliki nilai strategis dalam upaya memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Khususnya di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir.
Baru-baru ini tim layanan Dokter Terbang melakukan pelayanan di tiga Desa di wilayah Bulungan. Yakni di Desa Long Bang, Desa Long Bia, dan terakhir di Desa Long Beluah.

Pada 7 September nanti, layanan berobat gratis Dokter Terbang akan digelar di KM 56 Jalan Poros Bulungan-Berau, Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur.
*Saya berharap program ini dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Di mana salah pelayanan dasar dapat kita maksimalkan, agar warga tidak mampu dapat ter-cover dengan program dokter terbang, ” ujar Irianto.
Alhamdulillah, saat sudah belasan ribu warga terlayani program ini, khususnya warga di wilayah perbatasan maupun pedalaman.
Pada 2014, program dokter terbang melayani 264 orang. Lalu pada 2015 767 orang, dan 2016 475 orang. Kemudian di 2017 kembali dilaksanakan dengan jumlah pasien yang terlayani sebanyak 1.872 orang, pada 2018 sebanyak 2.677 orang dan di 2019 sebanyak 3.329 orang.
Sementara yang terbaru, per 20 Agustus 2020, jumlah yang terlayani sebanyak 939 orang. Sehingga, total pasien yang terlayani sepanjang 2014 hingga 20 Agustus 2020 sebanyak 13.701 orang. * Nina AF.












