TANJUNG SELOR – Sejak seminggu terakhir persoalan kerusakan jalan di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara rame diperbincangkan oleh netizen dimedia sosial Facebook.
Khususnya kerusakan jalan Sabanar Lama menuju ruas jalan Padaelo dan kerusakan jalan Pinus, yang kondisinya nyaris mirip kolam renang mini bila musim hujan tiba.
Untung saja ruas jalan Pinus terdiri dari dua arah, masih ada pilihan lain bagi pengendara bila ingin menuju jalan tersebut.

Tidak seperti ruas jalan Sabanar menuju ruas jalan Padaelo, mau tidak mau para pengendara yang melintas harus rela berjibaku dengan lautan lumpur serta lubang yang cukup dalam. Artinya bila ingin melintas disana pengendara harus ekstra hati-hati.
Dampak kerusakan jalan tersebut sudah kerap membuat pengendara kendaraan bermotor terjatuh.
Seperti pengakuan ibu Novi kepada media ini beberapa waktu lalu, bahwa ia pernah terjatuh disana saat menjemput putranya pulang dari sekolah. Bisa dibayangkan bagaimana seorang ibu-ibu tergelincir dengan kendaraan akibat kerusakan jalan yang rusak lantaran kurang nya perhatian untuk melakukan perbaikan.
Menanggapi kerusakan jalan, pendapat para netizen juga sangat beragam. Ada yang berkomentar jalan tersebut diurus oleh Pemkab Bulungan karena status jalan kabupaten.
Ada juga yang berpendapat sebaiknya Pemprov Kaltara turun tangan untuk memperbaiki, mengingat posisi pusat pemerintahan berada di kota Tanjung Selor, dan semua juga menikmati dan melintasi jalan tersebut.
Kendati demikian terlepas dari siapa yang bertanggungjawab untuk memperbaiki yang pasti masyarakat sebagai pengguna berharap mereka layak untuk menikmati jalan raya yang mulus tanpa sedikitpun ada kerusakan. *
Reporter : Sahri.




