TANJUNG SELOR – Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan belum kunjung teratasi nya Pandemi Covid – 19 berpengaruh langsung terhadap usaha rumahan atau Home Industry, khusus nya para pedagang kaki lima yang banyak bertebaran di kota Tanjung Selor dan sekitarnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bulungan, H Hamka S Sos, menghimbau kepada pemerintah kabupaten untuk memperhatikan kelangsungan usaha pada Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut.
Kenapa harus diperhatikan dan dibantu, karena sumbangsih para pedagang kaki lima sangat signifikan untuk mendongkrak perekonomian daerah yang terpuruk.
“Konsep kegiatan Tebu Kayan yang dilaksanakan seminggu sekali sudah cukup baik, mampu menggairahkan para PKL untuk meningkatkan usahanya, ” tegas H Hamka, kepada media ini, Senin 5/9/2022 diruang kerjanya.
Kalau bisa lanjutnya, pemerintah bisa membuat agenda serupa dengan konsep lain. Agar para PKL bisa melakukan aktifitas nya, dengan demikian sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bisa bertambah.
Untuk membantu permodalan bagi PKL dimaksud, pemerintah dihimbau untuk memberikan pinjaman lunak atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seiring dengan kucuran modal tersebut para pelaku usaha bisa menambah modal untuk mengembangkan usaha yang ditekuninya.
Selain pemerintah harapnya, pihak swasta juga harus berperan aktif. Membina para pelaku usaha disekitar wilayah operasinya.
“Kalau saja kita semua konsen memacu peningkatan usaha PKL ini, suatu saat perekonomian Bulungan akan maju pesat, ” pungkas H Hamka. * jk/kjs.






