Drainase Jalan Trans Kaltara Ditutupi Semak Belukar, Aliran Air Jadi Terhambat

Penampakan genangan air yang tergenang pada drainase ruas jalan trans Kaltara dari arah kilometer dua Jelarai menuju jembatan penyeberangan Kayan 1 yang menghubungkan Tanjung Palas dan Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR – Rumput liar yang menutupi drainase kiri dan kanan ruas jalan trans Kalimantan Utara dari arah jembatan penyeberangan Kayan 1 yang menghubungkan Tanjung Palas dan Tanjung Selor sudah hampir mirip semak belukar, sehingga air tak lagi mengalir sebagaimana mestinya saat musim hujan tiba.

Tidak hanya itu, dengan sengaja ditutupnya drainase dengan tanah urugan sebagai pengganti jembatan oleh oknum masyarakat menambah parahnya luapan air, karena tak lagi bisa mengalir dengan baik.

Secara terpisah, Gafur PPK jalan trans Kaltara dari arah Tanjung Selor menuju Sekatak melalui pesan WhatsAPP nya, Senin, 2/3/2026 mengatakan, saat ini pembersihan drainase sudah mulai dilaksanakan, “proses pembersihan, karena ruasnya terlalu panjang jadi pelan-pelan dibersihkan, ” ujar Gafur.

Pembersihan dilakukan mulai dari desa Antutan terus maju menuju kecamatan Sekatak. “Nanti satu tim lagi dari bawah atau dari kilo meter dua menuju desa pejalin, ” imbuhnya.

Hasil pantauan lapangan media ini menyebutkan, tidak hanya drainase yang tertutup, puluhan lubang yang terdapat dijalan trans Kaltara juga mendesak untuk diperbaiki, bila tak disegerakan lubang tersebut berpotensi untuk membesar sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan. * jk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!