Connect with us

Kaltim

KBBKT-ISEI Akan Gelar Dialog Publik

Published

on

Irianto Lambrie, Ketua Pengurus Wilayah KBBKT.

-Prihatin Dengan Kondisi Keberlanjutan Pembangunan di Kaltim.

SAMARINDA – Arah pembangunan Provinsi Kalimantan Timur dirasa belum memiliki perencanaan yang matang, baik jangka menengah maupun jangka panjang, sehingga perlu adanya rumusan pemikiran dan masukan yang nantinya akan disampaikan kepada siapapun yang memimpin Kalimantan Timur. Periode 2024-2029.

Melihat kondisi ini Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Samarinda akan menggelar desain peta pembangunan Kaltim melalui Dialog Publik dengan tema “Mau dibawa ke mana Arah Pembangunan Kaltim 2025-2030”.

Ketua Pengurus Wilayah KBBKT Irianto Lambrie menyampaikan, dialog dan gelar desain arah pembangunan yang akan digelar diharapkan menjadi sebuah konsep yang dapat menjadi masukan berharga dan positif bagi pelaksanaan pembangunan.

“Upaya kita memberikan yang terbaik untuk masa depan Kalimantan Timur khususnya untuk mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata di Kalimantan Timur. Karena kalau kita ingin merencanakan masa depan, kita harus memahami betul kondisi eksistensi kita,” kata Irianto Lambrie di kediamannya di Samarinda, Sabtu, (17/08/2024).

Dijelaskan mantan Gubernur Kalimantan Utara ini, Dialog Publik ini akan digelar pada Senin, 19 Agustus 2024 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, dengan mengundang berbagai pihak, termasuk para pakar, pengurus paguyuban, mahasiswa, hingga praktisi agar bisa memberikan masukan untuk kemajuan Kaltim.

Irianto Lambrie yang memulai karirnya dari staf di Bappeda Kaltim, dan pernah menjabat Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur tahun 2009-2013 ini, semua masukan dari berbagai pihak hasil dialog mendatang akan dikaji, dirumuskan, dan rekomendasi solusi untuk dijadikan bahan kebijakan bagi siapapun yang akan menjadi Gubernur Kaltim periode 2024-2029.

“Dialog mendatang merupakan kegiatan mandiri, tidak ada unsur politik, tidak ada dukungan finansial dari para bakal calon gubernur/Bupati/walikota yang akan berkontestasi, sehingga rumusan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam kegiatan mendatang akan kami serahkan kepada pasangan manapun yang lolos menjadi gubernur, karena kami sebagai warga Kaltim, tentu memiliki kepedulian terhadap kemajuan Kaltim,” tambahnya.

Irianto yang pernah duduk sebagai Gubernur Kalimantan Utara dua periode, yakni periode pertama sebagai penjabat pada 2013-2015, periode kedua definitif pada 2016–2021 tersebut melanjutkan, sejumlah pihak yang menjadi narasumber dalam dialog mendatang antara lain dirinya, Ketua ISEI Samarinda Korwil Kaltim Adji Sofyan Effendi, dan Bernaulus Saragih selaku Akademisi Unmul Samarinda.

Sedangkan sejumlah pihak yang diundang dan terlibat dalam dialog antara lain sejumlah rektor baik negeri maupun swasta, badan eksekutif mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, sejumlah paguyuban yang menjadi pilar Kaltim.

Pihaknya juga mengundang Alimuddin, Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), karena pembangunan di IKN pasti beririsan dan berdampak dengan daerah mitra khususnya dan daerah penyangga umumnya, terutama di Kaltim.

Dalam dialog mendatang, lanjut ia, hal yang diangkat adalah kondisi riil Kaltim selama beberapa tahun terakhir dan kondisi terkini, kemudian dibuktikan dengan fakta dan data, termasuk bukti empiris, dari sini kemudian dirumuskan untuk rekomendasi kebijakan untuk masa depan, terutama dalam lima tahun mendatang.

Sementara itu Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Samarinda Korwil Kaltim Adji Sofyan Effendi yang juga ekonom mengatakan, dialog publik ini digelar karena pihaknya ingin memberi masukan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025-2030, terutama dari sisi pembangunan ekonomi.

Ada tiga persoalan besar yang dihadapi Kalimantan Timur di bidang ekonomi. “Satu terkait dengan disparitas ekonomi maupun kesenjangan sosial, sehingga hal ini harus dirumuskan agar ketimpangan tidak berlanjut.” jelasnya.

Dijelaskannya, APBD Kaltim 2024 saja senilai Rp22,19 triliun. Dengan nilai sebesar ini, jika dibedah sampai kondisi riil di masyarakat seperti angka kemiskinan ekstrem Kaltim saat ini masih 6,11 persen, kemudian jumlah pengangguran yang relatif tinggi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,75 persen.

“Walaupun kondisi ini tidak dalam kondisi yang terlalu mengkhawatirkan, yakni tingkat kemiskinan tidak sampai dua digit, TPT juga di bawah dua digit, namun kita tentu ingin konsep pembangunan yang jelas dan terukur agar disparitas ini bisa kita turunkan,” ujar Adji.

Kemudian kedua, lanjut Adji yang terkait dengan dampak ekonomi Kalimantan Timur adanya IKN, dari sisi analisa SWOT Kalimantan Timur pada posisi kwadran mana, apakah masuk kwadran satu, dua, tiga atau empat sehingga tahu resepnya untuk bisa terlepas dari dampak buruknya.

Secara sederhana, analisis SWOT adalah metode strategi perencanaan dengan mengukur 4 komponen penting, berupa Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat,

Andalan APBD Kalimantan Timur masih mengandalkan dana transfer bagi hasil dari sumber daya alam, ini yang mendominasi selama dua puluh tahun lalu hingga saat ini.

“Nah issue tentang industrialisasi sudah disampaikan sejak dua puluh tahun lalu, tapi sampai hari ini belum ada realisasinya. Karena jika kita berbicara dari sisi pebisnis baik tambang, perkebunan lebih suka kondisi sekarang ini, karena tidak ada kewajiban untuk hilirisasi karena profit tinggi cost murah, Kewajiban hilirisasi kebijakannya ada di pusat, ini yang harus didorong,” pungkas Adji.(mn/jk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kaltim

Per 1 September 2024, BBM Non-Subsidi Turun Harga

Published

on

By

Saat pengisian BBM di SPBU.

BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga, subholding dari PT Pertamina (Persero) dalam bidang Commercial & Trading, kembali melakukan penyesuaian harga BBM Non-subsidi.

Mulai 1 September 2024, harga Pertamax Series dan Dex Series resmi diturunkan, memberikan sedikit napas lega bagi konsumen di tengah fluktuasi pasar energi global.

Arya Yusadwicandra, Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengungkapkan, penurunan harga ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan oleh Pertamina.

“Harga BBM Non-subsidi kami sesuaikan dengan tren harga minyak internasional berdasarkan Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Evaluasi ini kami lakukan setiap bulan, dengan kemungkinan harga bisa tetap, naik, atau turun, tergantung pada kondisi pasar global,” jelas Arya.

Adapun harga baru yang berlaku adalah sebagai berikut :
– Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol Rp 14.800 per liter, turun dari Rp 15.800.
– Pertamax (RON 92) mengalami penurunan menjadi Rp 13.250 per liter dari sebelumnya Rp 14.000.
– Dexlite (CN 51) turun menjadi Rp 14.400 per liter, dari sebelumnya Rp 15.700.
– Pertamina Dex (CN 53) kini berharga Rp 14.900 per liter, turun dari Rp 16.000.

Harga ini berlaku di provinsi-provinsi dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 7,5% seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Sementara itu, untuk provinsi dengan PBBKB sebesar 10% seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga yang disesuaikan adalah:

– Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp 15.100 per liter, dari sebelumnya Rp 16.150.
– Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 13.550 per liter, dari sebelumnya Rp 14.300.
– Dexlite (CN 51) menjadi Rp 14.700 per liter, dari sebelumnya Rp 16.050.
– Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp 15.200 per liter, dari sebelumnya Rp 16.350.

Selain penurunan harga, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan berbagai promo dan program loyalitas melalui aplikasi MyPertamina, yang dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen setianya. “Kami berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan energi berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, tetapi juga memperkaya pengalaman pelanggan melalui berbagai inisiatif menarik,” tambah Arya.

Sebagai ujung tombak distribusi energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat dengan layanan terbaik. “Untuk Informasi lebih lanjut terkait harga produk terbaru Pertamina dapat diakses melalui situs resmi di https://pertaminapatraniaga.com/page/harga-terbaru-bbm atau menghubungi Pertamina Call Center (PCC) di 135.” tutup Arya.(*/mn/jk)

Continue Reading

Kaltim

Reopan Saragih, SH.MH, Jabat Kajari Kutai Timur, Dilantik bersama Pejabat Eselon III Kajari Kaltim

Published

on

By

Kajati Dr. Iman Wijaya, S.H.,M.Hum. dan para Asisten pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, para Kepala Kejaksaan Negeri se Kaltim, Kabag TU, dan para Koordinator dan para kasi pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur serta Ketua IAD Wilayah Kaltim beserta pengurus dan anggota.

SAMARINDA – Rotasi Jabatan dilingkungan Kejaksaan telah berlangsung. Reopan Saragih, SH.MH dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Timur (Kutim) berlangsung di Aula Kejaksaan Tinggi Kaltim Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang, Jumat (30/8/2024).

Kajari Kutim berkedudukan di Sangatta, Reopan Saragih, SH.MH yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya, menggantikan pejabat lama Romlan Robin, SH yang berpindah tugas menjabat sebagai Asisten Pengawasan pada Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta di Yogyakarta.

Upacara pelantikan dan pengambil sumpah dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Dr. Iman Wijaya, S.H.,M.Hum. Selain Kajari Kutai Timur pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, juga dilaksanakan untuk Pejabat eselon III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kaltim Irfan Nirwana Satriyadi, S.Kom.SH.MH menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Analis pada Subdirektorat Bantuan Hukum Pemulihan Direktorat Perdata Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung di Jakarta.

Tampak hadir selama acara tersebut para Asisten pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, para Kepala Kejaksaan Negeri se Kaltim, Kabag TU, dan para Koordinator dan para kasi pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur serta Ketua IAD Wilayah Kaltim beserta pengurus dan anggota.
Adapun Para Pejabat Eselon III yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya adalah:

Kajati Kaltim mengucapkan selamat kepada pejabat yang dilantik hari ini dan menuturkan bahwa para pejabat tersebut merupakan pribadi-pribadi terpilih yang mempunyai kualitas yang dibutuhkan untuk memimpin dan menggerakkan roda bidang ataupun satuan kerja yang dipimpin dalam upaya mendukung terwujudnya visi dan misi Institusi Kejaksaan.

“Prosesi penempatan, dan alih tugas pejabat di lingkungan Kejaksaan merupakan sebuah kebijakan organisasi yang senantiasa terus dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan proses perjalanan organisasi yang harus terus maju bergerak secara berkesinambungan, guna memenuhi tugas yang semakin kompleks dan berkembang tiada henti, agar akselerasi kinerja Kejaksaan lebih baik dan lebih adaptif,” ujar Iman.

Selanjutnya dalam rangka pelaksanaan tugas, Kajati Kaltim memberikan beberapa pokok penekanan tugas yang harus segera disesuaikan dan dilaksanakan oleh pejabat yang baru dilantik agar segera untuk dapat mengidentifikasi, mempelajari, menguasai dan menyelesaikan berbagai persoalan di tempat yang baru. “Gunakan akselerasi dan akurasi dalam melaksanakan tugas.” pesan Kajati.

Ia berpesan kepada pejabat yang dilantik untuk mewujudkan proses penegakan hukum yang adil, professional dan bermanfaat yang dilaksanakan dengan senantiasa mengacu pada integritas luhur.
“Saya yakin para pejabat baru dapat menerapkan suasana kerja yang produktif, inovatif, transparan, dan akuntabel, dengan terus menumbuhkan etos kerja yang berorientasi pelayanan kepada Masyarakat dan menjaga integritas, termasuk menjauhi penyimpangan dan perbuatan tercela,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada pejabat yang baru dilantik dan diambil sumpahnya untuk melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, sehingga penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi Masyarakat, bangsa dan negara.
Mengakhiri amanatnya, Iman Wijaya mengucapkan terima kasih kepada para pejabat lama beserta isteri, yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh pengabdian. “Semoga keberkahan dan kesuksesan terus menaungi bapak dan ibu dalam melaksanakan tugas dalam jabatan yang baru selaku Insan Adhyaksa dimanapun berada,” pungkas Kajati Kaltim.(jb/he/mn/jk)

Continue Reading

Kaltim

Putusan MK Angin Segar bagi Duet Masitah – Denni Mappa Ikuti Pilkada Kabupaten Paser

Published

on

By

Duet Masitah - Denni Mappa seusai menerima Dukungan dari Ketua Umum Partai Demokrat.

DALAM sidang putusan pada Selasa (20/8/2024), Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah tidak lagi sebesar 25 persen perolehan suara partai politik atau gabungan partai politik hasil Pileg DPRD sebelumnya, atau 20 persen kursi DPRD.

MK memutuskan, threshold pencalonan kepala daerah dari partai politik disamakan dengan threshold pencalonan kepala daerah jalur independen/perseorangan/non partai sebagaimana diatur pada Pasal 41 dan 42 UU Pilkada.

“Melihat aturan tersebut Duet Masitah – Denni Mappa untuk Pilkada Kabupaten Paser yang telah mendapat rekomendasi dari partai Demokrat secara perhitungan telah memenuhi persyaratan untuk dapat mendaftar Ke KPU.” jelas Ketua DPC Partai Demokrat Paser Abdullah.

Sebagaimana diketahui amar putusan MK yang mengubah isi pasal 40 ayat (1) UU Pilkada:
Partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Untuk mengusulkan calon gubernur dan calon wakil gubernur:

a. Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap sampai dengan 2 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 10% di provinsi tersebut

b. Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 2 juta jiwa sampai 6 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 8,5% di provinsi tersebut

c. Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 6 juta jiwa sampai 12 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 7,5% di provinsi tersebut

d. Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 12 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 6,5% di provinsi tersebut.

Sementara untuk calon bupati dan calon wakil bupati serta calon wali kota dan calon wakil wali kota:

a. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 250 ribu jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 10% di kabupaten/kota tersebut

b. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 250 ribu sampai 500 ribu jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 8,5% di kabupaten/kota tersebut

c. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 500 ribu sampai 1 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 7,5% di kabupaten/kota tersebut

d. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 1 juta jiwa, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 6,5% di kabupaten/kota tersebut.(*)

Continue Reading

Trending