Connect with us

Berita Kaltim

Kajati Baru ke Makam Sultan Kutai

Published

on

Kajati Kaltim yang baru, Iman Wijaya bersama istri, Ny Nia Iman.

–Catatan Rizal Effendi

MENARIK juga langkah Dr Iman Wijaya, SH, M.Hum. Dia adalah kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim) yang baru menggantikan Hari Setiyono. Sehari setelah dilantik di Jakarta, Iman bersama istri, Ny Nia Iman langsung melaksanakan ziarah ke Makam Sultan Kutai Kartanegara di Kompleks Museum Mulawarman Tenggarong.

Iman didampingi para asisten dan sejumlah kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) bersama istri. Dia disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan Aji Muhammad Arifin. Kemudian menuju kompleks pemakaman keluarga kesultanan di depan Istana Sultan. Dia mengirim doa, menabur bunga sambil mengenal dan mengenang perjalanan sejarah Kesultanan Kutai.

Mengutip Wikipedia, Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura tidak lain adalah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Singkatnya disebut Kesultanan Kutai, sebuah kerajaan di Pulau Kalimantan bagian timur yang bermula dari Kerajaan Hindu yang berdiri pada tahun 1300 di Kutai Lama dan kemudian berganti menjadi Kerajaan Islam di tahun 1575.
Pemerintahannya secara politik dan administratif berakhir pada tahun 1960. Kerajaan ini diceritakan berawal dari Jaitan Layar dan kemudian berpusat di Tepian Batu atau Kutai Lama. Raja pertamanya adalah Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325).

Pada tahun 1999 Kesultanan Kutai dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai upaya pelestarian adat dan budaya Kutai Keraton. Dua tahun kemudian tepatnya 22 September 2001, Putra Mahkota Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke-20 bergelar Sultan Aji Muhammad Salehuddin II.

Salah satu Sultan yang dikenang warga Tenggarong, Ibu kota Kukar adalah Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau Sultan Aji Imbut. Dia adalah Sultan Kutai ke-15 yang dikenang sebagai pendiri Kota Tenggarong.

Di era Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, nama salah seorang Sultan Kutai, yaitu Sultan Aji Muhammad Sulaiman diabadikan menjadi nama Bandara Sepinggan di Balikpapan. Dia adalah Sultan Kutai ke-17, yang berkuasa pada tahun 1899-1910.

Sultan Arifin menghargai dan memberi apresiasi apa yang dilaksanakan Kajati Baru Iman Wijaya. “Saya berterima kasih karena beliau menghargai para leluhur etam. Langkah baik mengawali tugas beliau di Kaltim, semoga sukses,” ucapnya.

Kepada Sultan, Iman dan istri memohon dukungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim. Dia juga sangat menghormati peran Kesultanan Kutai dalam menjaga adat dan budaya di daerah ini.

Iman sebelumnya menjabat sebagai kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Kejaksaan Agung di Jakarta. Dia dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin di lantai 11 gedung utama Kejagung, Selasa (11/6) lalu.

Selain dia, Roch Adi Wibowo yang sebelumnya wakil Kajati Kaltim juga dilantik menjadi kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung.

Pesan Jaksa Agung yang dibawa Iman di antaranya penegakan hukum yang humanis dan proporsional dengan memerhatikan nilai-nilai keadilan dan kepastian hukum, serta meningkatkan pengawasan melekat di satuan kerja masing-masing.

Selain itu dia diingatkan agar prestasi Kejaksaan yang selama tiga tahun terakhir sebagai lembaga paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia harus terus dijaga dan ditingkatkan. Hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia, Kejaksaan berada di urutan pertama sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya dengan angka 74,7 persen.

“Saya berharap para pejabat baru dapat menunjukkan kinerja dan prestasi nyata, bekerja dengan nurani dan akal sehat yang konsisten pada kebenaran,” ucap ST Burhanuddin menekankan amanatnya.

MEMBAWA ANGIN SEGAR

Sebagaimana lazimnya pejabat baru, Pemprov Kaltim menggelar malam perkenalan dan silaturahim dengan Kajati Kaltim Iman Wijaya bersama istrinya, Ny Nia Iman, yang sekaligus menjadi ketua IAD Wilayah Kaltim, Kamis (13/6).

IAD adalah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Tempat berhimpunnya istri pegawai Kejaksaan, pegawai perempuan Kejaksaan, istri pensiunan pegawai Kejaksaan dan janda pegawai Kejaksaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya terutama di bidang kemanusiaan, sosial budaya serta ekonomi dan pendidikan.
Malam ramah tamah itu berlangsung di Pendopo Odah Etam, kediaman resmi gubernur di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jl Jend Sudirman 1 Samarinda. Kebetulan Pj Gubernur Akmal Malik bertugas ke luar daerah, sehingga diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni.
Sejumlah kepala daerah dan wakilnya hadir. Anggota Forkopimda Kaltim juga datang. Sri Wahyuni diserta sejumlah asisten dan kepala dinas. Mereka menyambut hangat kehadiran Iman dan istri, yang dipercaya Jaksa Agung bertugas di Benua Etam.

“Saya dan seluruh keluarga serta sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim yang baru, kiranya bisa diterima menjadi warga Kaltim. Serta mohon dukungan dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas-tugas Kejaksaan dalam penegakan hukum,” kata Iman.

Dia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal tata kelola pemerintahan yang baik serta proyek strategis nasional di Kaltim termasuk IKN sesuai arahan dari Jaksa Agung.
Sri Wahyuni menyebut kedatangan Iman tentu membawa angin segar. Selama ini Kejati Kaltim banyak membantu tugas-tugas pemerintah daerah, memberikan pertimbangan hukum (legal opinion) dan membentuk tim bersama untuk menangani berbagai persoalan hukum.
“Kami siap terus bekerjasama dengan Bapak Kajati yang baru dan semoga Kaltim menjadi daerah yang kondusif dengan kepastian hukum yang tetap terjaga,” tambahnya.

Ucapan yang sama juga disampaikan sejumlah kepala daerah. “Kami siap bekerjasama dan siap mendukung program Kejaksaan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik,” kata Bupati Kukar Edi Damansyah.

Selamat datang dan selamat bertugas di Benua Etam Pak Kajati. Biasanya orang yang sudah meminum air Mahakam, perjalanan karier dan tugasnya selalu penuh berkah dan kearifan. Seperti juga semangat Kejaksaan dengan motonya: Satya Adhi Wicaksana.(*)

Kaltim

Kejati Kaltim Gelar Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Published

on

Inspektur upacara Hari Bhakti Adhyaksa Kepala Kejati Kaltim Iman Wijaya.

SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menggelar Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 64 Tahun 2024 dengan tema “Akselerasi Kejaksaan Untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas” di halaman Kantor Kejati Kaltim Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang, Senin, 22 Juli 2024.

Bertindak selaku inspektur upacara Kepala Kejati Kaltim Iman Wijaya dan diikuti Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah KaltimNia Iman Wijaya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Victor Antonius Saragih Sidabutar, para Asisten, Kabag TU, para Koordinator dan seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur serta para anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kalimantan Timur dan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Firmansyah Subhan beserta jajaran Kejaksaan Negeri Samarinda.

Kepala Kejaksaan Tinggi membacakan amanat dari Jaksa Agung RI ST Burhanuddin yang menyampaikan 7 perintah harian untuk dihayati dan dilaksanakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas kepada seluruh jajaran Kejaksaan.

Disebutkan, lima tahun perjalanan Kejaksaan belakangan ini, telah melukiskan grafik eksponensial menanjak yang menunjukkan tren sangat positif. “Dalam kurun 5 tahun belakangan ini pula Kejaksaan mampu mencetak sejarah dengan menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya oleh publik,” ujarnya.

Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kerja cerdas seluruh Insan Adhyaksa dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenangnya. Tidak pernah ada sesuatu prestasi atau keberhasilan yang dicapai tanpa perjuangan dan tantangan.

“Segala capaian kinerja dan prestasi yang telah diraih berhasil membawa Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh Masyarakat,” katanya.

Jaksa Agung pun berpesan dan mengingatkan bahwa tanggal 27 November mendatang, perhelatan Pilkada Serentak akan dilaksanakan, sehingga diperlukan kesiapan dan peran serta jajaran Kejaksaan dalam Sentra Gakkumdu, Hal yang paling disoroti adalah terkait netralitas jajaran Kejaksaan.

“Saya tegaskan, tidak ada ruang politik praktis bagi kita. Netralitas Adhyaksa adalah Harga Mati,” tegas ST. Burhanuddin.(jb/he/jk)

Continue Reading

Kaltim

Pendidikan Gratis? Tapi Wali Murid Dibebankan Beli Buku

Published

on

Kedisdikbud kota Samarinda, Asli Nuryadin (foto: Jalia/Jurnalborneo.com)

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, memberikan penjelasan terkait konsep pendidikan gratis di sekolah negeri. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim yang digelar di Kantor Disdikbud Samarinda, Jalan Biola, pada Senin (22/7/2024).

Ia menjelaskan, konsep pendidikan gratis seharusnya terfokus pada buku-buku wajib yang disediakan melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS). Buku wajib yang dimaksud adalah buku paket yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan kurikulum. Buku ini disediakan secara gratis kepada siswa-siswa di sekolah negeri untuk mendukung proses pembelajaran.

Dirinya juga menekankan perbedaan antara buku wajib dan buku suplemen. Buku suplemen merupakan buku pendukung atau referensi tambahan yang tidak diwajibkan.

“Dalam hal ini, siswa atau orang tua diberi kebebasan untuk membeli atau tidak membeli sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Namun, sekolah dilarang memaksakan pembelian buku suplemen tersebut,” ujarnya.

Ia menyebut, pentingnya komunikasi yang baik antara sekolah dengan orang tua siswa terkait hal ini. Jika ditemukan sekolah yang memaksakan pembelian buku atau melanggar kebijakan tersebut, pihaknya akan memberikan teguran dan edukasi bahkan pencabutan jabatan kepada sekolah terkait jika memang sudah melanggar aturan.

Dalam hal ini, ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam meningkatkan literasi dan pendidikan di Kota Samarinda, agar masalah seperti ini tidak terulang dan menghambat proses belajar-mengajar di sekolah.

Menanggapi penjelasan dari Disdikbud kota Samarinda, Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, menyatakan pentingnya keterbukaan definisi pendidikan gratis untuk mengurangi beban biaya pendidikan bagi keluarga.

“Kita perlu memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan ‘gratis’. Apakah semua aspek pendidikan, mulai dari buku-buku pelajaran, seragam, hingga perlengkapan sekolah, benar-benar tersedia tanpa biaya tambahan bagi orang tua atau tidak,” ujar Rina.

Rina juga menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi beberapa orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, situasi tersebut memang memerlukan solusi yang lebih bijaksana, yaitu mencari cara agar pendidikan benar-benar bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkendala oleh biaya tambahan yang tidak seharusnya.(jb/jalia/jk)

Continue Reading

Kaltim

Dewan Kehormatan Provinsi PWI Kaltim Tolak Dilantik Hendry Ch Bangun

Published

on

Intoniswan, Ketua DKP PWI Kaltim terpilih.

SAMARINDA – Prosesi pelantikan/pengukuhan pengurus PWI Kaltim termasuk Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia) direncanakan dilaksanakan Jumat 26 Juli 2024 di Samarinda.

Undangan sudah dikirimkan ke pengurus PWI Pusat dan ada pemberitahuan Hendry Ch Bangun yang datang. Menyikapi hal tersebut Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (DKP PWI Kaltim) menyatakan menolak dilantik oleh Hendry Ch Bangun.

Tiga pengurus DKP Kaltim, Intoniswan (Ketua), Charles Siahaan (Sekretaris) dan Rusdiansyah Aras (Anggota) menolak dilantik/dikukuhkan Hendry Ch Bangun, karena Hendry Ch Bangun sudah kehilangan legitimasi sebagai Ketua Umum PWI Pusat.

“Hendry Ch Bangun tidak lagi punya legitimasi, sebab tidak mematuhi keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat dan tidak punya niat baik menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan pengurus harian PWI Pusat sejak Bulan Maret 2024.” tulis Charles melalui Press realease DKP Kaltim yang dikirim lewat WhatsApp.

Sementara itu Ketua DKP PWI Kaltim Intoniswan menyatakan, Secara hirarki pelantikan dewan kehormatan provinsi dilakukan oleh dewan kehormatan PWI pusat. “Dewan kehormatan provinsi meminta kepada pengurus PWI Kaltim yang sekarang dipimpin Abdurrahman Amin, tidak dilantik atau dikukuhan oleh Hendry Ch Bangun. Kami merekomendasikan pengurus PWI Provinsi, dilantik oleh unsur ketua di PWI Pusat yang tidak terlibat konflik dengan DK PWI Pusat,” ujar Intoniswan.

Dewan Kehormatan Provinsi PWI Kaltim prihatin dengan konflik yang terjadi di tingkat pusat yang tak kunjung selesai.

DK PWI Kaltim mendukung penuh keputusan yang telah dan akan ditempuh oleh Dewan Kehormatan Pusat yang diketuai Sasongko Tedjo bersama anggota lain Zutfiani Lubis, Nurcholis MA Basyari, Asro Kamal Rokan, Diapari Sibatangkayu, Akhmad Munir, Helmi Burman dan Faturrahman.

DK di Kaltim ingin konflik di PWI Pusat cepat diselesaikan sehingga tidak sampai menimbulkan perpecahan hingga ke pengurus PWI Provinsi/Kabupaten/Kota, bahkan ke akar rumput, atau anggota.(*/mn/jk)

Continue Reading

Trending