Connect with us

Berita Kaltara

PPK Bantah Tak Ada Alat Berat Dilokasi Perawatan Jalan Malinau – Melasu – Long Semamu

Published

on

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 4 Kalimantan Utara, Puji Eko Agus Prasetyo ST (kiri).

– 1 set alat berat stand by di Malinau dan satu set stand by diatas atau dilokasi perawatan.

TANJUNG SELOR – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 4 Kalimantan Utara, Puji Eko Agus Prasetyo ST, membantah isu yang mengatakan tak ada alat berat yang stand by untuk perawatan ruas jalan Malinau – Melasu – Long Semamu, di Kabupaten Malinau.

Hal itu disampaikan nya saat di konfirmasi media dikantornya di jalan Sengkawit Tanjung Selor, Bulungan, Senin malam, 31/10/2022.

“Kalau itu saya nyatakan tidak benar, karena di lapangan alat itu stand by dan masyarakat juga menikmati hasil pekerjaan itu, ” ujar Puji Eko Agus Prasetyo menjelaskan.

Menurutnya, ruas jalan dimaksud tetap fungsional sampai sekarang. “Kemarin saja teman-teman naik keatas dari Malinau sampai ke Semamu bahkan lebih keatas lagi hanya memakan waktu tempuh selama lima sampai enam jam saja, ” katanya tanpa merinci siapa teman dimaksud.

Ia juga menyebut, dilokasi jalan yang terus dilakukan perawatan curah hujan nya juga cukup tinggi. Yang mana setiap terjadi hujan tersebut dimungkinkan ada terjadi longsor, karena itu alat berat harus tetap stand by dilokasi.

“Jadi yang mana dikatakan tak ada alat itu sama sekali tidak benar, ” imbuhnya.

Ia juga menambahkan untuk alat berat ada satu set di Malinau. Antara lain Grader, Bomag, Dum Truck, Eksavator dan Dozer, satu set lagi ada diatas.

“Karena waktu itu disiapkan lantaran jembatan masuknya waktu itu belum terhubung, ” tukasnya.

Perawatan yang dilakukan diruas jalan Malinau – Melasu – Long Semamu adalah menjaga jalan tetap fungsional, ” kita ada yang namanya grading operation, dan jika ada kondisi yang parah yang rusak segera kita tangani, dimana alat tadi yang disampaikan harus stand by dilapangan, ” ungkap Puji Eko Agus Prasetyo.

Untuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai penunjang operasi peralatan dilapangan, ia mengatakan disiapkan hanya satu titik, karena untuk melangsir BBM dari Malinau ke lokasi Melasu dan Semamu masih bisa terjangkau. “Untuk jarak keseluruhan yang dirawat mencapai 104 kilo meter, dari Malinau – Melasu – Semamu, ” imbuhnya.

Namun untuk jalan beraspal dari Malinau sampai desa Paking ada sepanjang 32 kilo meter, hanya saja masih ada terdapat spot-spot yang belum diaspal dan selebihnya masih berupa jalan tanah.

Berbicara jumlah sungai juga cukup bapak disepanjang ruas jalan tersebut, namun sungai terpanjang adalah sungai Melasu besar yang bentangan nya sekitar 80 meteran.

Pada tahun 2024 yang akan datang rencana aspal lanjutan sudah bisa mencapai Sungai Jempulon. Atau kira-kira sepanjang 41 kilometer dari arah Malinau,.untuk pengaspalan selanjutnya masih menunggu data dari bagian perencanaan.

“Karena itu, dukung kami dengan doa, apa yang disampaikan masyarakat itu jadi masukan buat kami untuk motivasi ke depan agar menjadi lebih baik lagi, ” katanya.

Sementara itu, kata dia, untuk perusahaan yang melaksanakan perawatan jalan , dengan nilai kontrak sebesar Rp 4 Miliar dikerjakan oleh CV Nur Abadi. * jk.

DPRD Bulungan

Persoalan Ruas Jalan Tanjung Palas – Salimbatu Sudah Jadi Topik Diskusi Pemkab dan DPRD

Published

on

H Hamka M S IP Wakil Ketua DPRD Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Harapan agar ruas jalan Tanjung Palas – Salimbatu, Tanjung Palas Tengah, Bulungan segera ditingkatkan jadi jalan beraspal terus disuarakan oleh masyarakat pengguna jalan.

Mengingat aktifitas kendaraan yang lalu lalang dijalan tersebut akhir-akhir ini cukup padat. Seiring dengan perkembangan Salimbatu saat ini yang cukup pesat.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bulungan, H Hamka S IP mengatakan, persoalan peningkatan ruas jalan Tanjung Palas – Salimbatu terus menjadi topik diskusi antara pemerintah dan DPRD Bulungan.

“Hasil diskusi saya beberapa waktu lalu dengan Bupati Bulungan terkait peningkatan jalan Salimbatu – Tanjung Palas sudah menjadi atensi pemerintah, ” ujar Hamka.

Selain ruas jalan tambah Hamka, beberapa jembatan penghubung juga perlu dibangun, agar keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas dapat terjamin dengan baik.

Sesuai pengamatan secara kasat mata, drainase sepanjang ruas jalan juga perlu dibenahi, supaya aliran air menuju sungai Kayan dan anak sungai bisa lancar mengalir.

“Tidak semua ruas juga harus diaspal, ada beberapa bagian yang harus menggunakan konstruksi beton bertulang, terutama pada bagian ruas jalan yang terendam saat air pasang, ” tutup Hamka. * jk.

Continue Reading

Bulungan

Datu Buyung Minta Persoalan Kebun Plasma Warga Diselesaikan

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa M Pd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Drs Datu Buyung Perkasa M Pd, meminta kepada instansi terkait untuk segera menyelesaikan persoalan Kebun Plasma Kelapa Sawit antara pihak perusahaan dan warga sekitar wilayah perkebunan.

“Harapan kita persoalan Kebun Plasma warga ini bisa segera diselesaikan. Agar harmonisasi antara perusahaan dengan warga tersebut dapat terbangun dengan baik, ” kata Datu Buyung kepada media ini, Selasa 29/11/2022.

Jangan sampai karena masyarakat hanya menerima dampak yang merugikan mereka saja lantaran hutan yang sebelum digarap menjadi lahan kebun dapat menjadi sumber penghidupan, misal tempat mencari kayu dan berburu.

Datu Buyung Perkasa juga mengaku heran, terkait kemelut kebun Plasma masyarakat persoalan nya sudah lebih kurang 10 tahunan belum juga kunjung terselesaikan, bahkan masyarakat sudah puluhan kali meminta kepada DRPD untuk menjembatani masalah inu agar hak-hak mereka segera diserahkan oleh pihak perusahaan tak juga kunjung terealisasi.

Malahan bukan nya hak yang didapat melain kan warga sebagai mitra malah diberi catatan hutang saat membangun kebun. “Saya minta kalau bisa semua pihak melihat permasalahan ini menggunakan hati nurani. Kasihan warga kita yang berharap bisa menikmati hasil kebun plasma mereka, tapi belum kunjung kesampaian, ” tutup Datu Buyung Perkasa. * jk.

Continue Reading

Kaltara

FPPI Kaltara Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair

Published

on

Praktek pembuatan pupuk organik cair (POC).

– Berharap Dinas Lingkungan Hidup mau menampung prodak POC anak Pesantren Putri Rita Walidah.

TANJUNG SELOR – Anak-anak pondok pesantren putri Rita Walidah sebanyak 30 orang, beberapa waktu lalu berkesempatan mengikuti pelatihan pengolahan limbah sampah rumah tangga menjadi produk nernilai ekonomis.

Mereka dilatih untuk membuat pupuk organik cair (POC). Yang tujuannya adalah agar anak-anak pondok pesantren ini dapat menghasilkan produk rumah yangga yang bernilai jual dan dapat menjadi mata pencaharian guna mengisi kas pondok pesantren tersebut.

FPPI atau forum pemberdayaan perempuan indonesia provinsi kalimantan utara melalui ketuanya Hj Sri Mulyanti SE MM yang melakukan pembinaan kepada anak pondok, berkeinginan agar mereka bisa mandiri dan dapat menghasilkan pendapatan untuk membiayai pondok pesantren dengan menjual hasil olahan limbah tersebut.

“Harapan kami semoga masyarakat dan pemerintah khususnya dinas pertanian dan DLH dapat membantu dalam hal pembelian hasil produk olahan dari anak pondok ini, membeli sambil beramal ibadah, ” tutup nya. * jk.

Continue Reading

Trending