TARAKAN – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kalimantan Utara (Kaltara), dengan tegas menyatakan menolak wacana penundaan Pemilu 2024, serta mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, serta meninjau kembali kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen ke 11 persen.
“Untuk mengawal itu kita siap melakukan aksi besar-besaran, ” kata ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsul) melalui pernyataan elektronik, ke WhatsAPP media ini, Senin, 4/4/2022.
Menurutnya, dengan kenaikan BBM jenis Pertamax hingga Rp 12.500 / liter, membuat masyarakat yang semula menggunakan BBM tersebut terpaksa beralih ke BBM jenis pertalite, sehingga dampaknya membuat jenis BBM tersebut menjadi langka.
Dengan kejadian demi kejadian persoalan yang beruntun menimpa masyarakat akhir-akhir ini seperti nya terus bertambah lagi dengan kelangkaan minyak goreng (Migor) dipasaran. Walau pun stok nya ada tapi kembali masyarakat ‘dipaksa’ membeli dengan harga yang relatif mahal dari sebelum nya.
“Untuk Kalimantan Utara dengan kelangkaan minyak goreng kita dari LMND merasa sangat miris sekali, kenapa?, karena ditanah yang disebut sebagai penghasil buah kelapa sawit yang cukup besar tapi rakyat masih dihadapkan dengan kelangkaan minyak goreng tersebut, ” ujar Syamsul.
Seharusnya dengan dampak Pandemi Covid – 19 yang belum sirna dari negeri ini, serta ditengah perekonomian yang belum stabil, pemerintah wajib merasa peka, bukan nya menaik kan harga-hara kebutuhan masyarakat.
Contoh lain yang membuat miris lagi, tidak hanya disektor ekonomi saja, dengan kenaikan harga pulsa, dampak dari kenaikan PPN benar-benar berimbas kepada dunia pendidikan, padahal dengan dilaksanakan proses pembelajaran dengan sistem daring saat ini, tentu dengan kenaikan itu sangat memberatkan para mahasiswa dan pelajar.
“Kita berharap ditengah pelaksanaan ibadah puasa bulan Ramadhan dan menyambut hari Idul Fitri tidak terjadi kenaikan harga seluruh bahan kebutuhan pokok masyarakat, untuk itu kita berjanji akan terus intens mengawal dan menyuarakan nya, ” tutup Syamsul. *
Sumber : LMND Kaltara.
Editor. : Sahri.












