Connect with us

Berita Bulungan

Bulungan Terapkan Teori Pengairan Sawah Menggunakan Sumur Bor

Published

on

drh Achmad Yani Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bulungan (kiri), menyerahkan.secara simbolis sumur bor ke petani desa Pimping, kecamatan Tanjung Palas Utara.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, terus memacu sektor Pertanian dan Perkebunan dalam rangka mendukung penguatan ketahanan pangan daerah khususnya dan nasional pada umum nya.

 

Untuk mencapai sasaran, tahun anggaran 2021, melalui pos anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), telah dibangun 7 unit sumur bor dibeberapa kecamatan. Untuk membantu mengairi areal persawahan indeks pertanaman (IP) lebih dari satu kali musim tanam dalam satu tahun.

“Kegiatan jaringan irigasi air tanah (JIAT)– sumur bor, merupakan Kegiatan di Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian di Dinas Pertanian melalui anggaran yang bersumber dari APBD TA. 2021, DAK Fisik Bidang Pertanian, ” ujar drh Achmad Yani, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupten Bulungan, mengawali sambutan nya, diacara peresmian sumur bor didesa Wonomulyo, kemarin.

Antara lain, sumur di kecamatan Tanjung palas utara
Yaitu di Gapoktan Rahayu, Desa Silva Rahayu; gapoktan Makadak desa Kelubir, dan Gapoktan Pemung Tawai desa Pimping

Sumur di kecamatan Tanjung Palas
Yaitu di Gapoktan Sukorejo desa Gunung Putih dan Kelompok Tani Karya Tani Bira Desa Antutan.

Sumur di kecamatan Tanjung Palas Timur,
Yaitu Gapoktan Puji lestari desa wonomulyo dan Gapoktan Harapan Makmur desa Sajau Hilir.

Disamping dapat meningkatkan IP dan mengubah status lahan pertanian tadah hujan menjadi lahan pertanian dengan irigasi teknis. Upaya intensifikasi ini juga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian, secara umum baik tanaman pangan, hortikultura maupun peternakan, bahkan untuk budidaya perikanan air tawar.

Manfaat lain sumur bor ini adalah untuk dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air baku/ air bersih untuk masyarakat, sehingga perlu dilakukan uji kualitas air untuk itu.

Dalam rangka Mewujudkan Kabupaten Bulungan Yang Berdaulat Pangan, Maju Dan Sejahtera. Demikian visi Bulungan saat ini, Dinas Pertanian menjadi salah satu OPD teknis dengan tugas terberat untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Tentunya harapan kedepan bahwa perhatian pemerintah daerah untuk mendukukung visi misi dapat disinergikan dengan seluruh stakeholder baik birokrasi, legislasi, akademisi, swasta, bahkan masyarakat secara luas dalam rangka mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian kabupaten Bulungan tersebut.

Reporter : Anto.
Editor.     : Sahri.

Bulungan

Sarat Mutlak Pembentukan DOB Kota Tanjung Selor Masih Kurang

Published

on

H Achmad Djufrie SE MM Ketua Presidium Percepatan Kota Tanjung Selor Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kalimantan Utara.

– Bupati Bulungan diminta segera memekarkan kelurahan dan kecamatan.

TANJUNG SELOR – Rencana pemekaran kota Tanjung Selor, di Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia sampai kini belum juga kunjung memenuhi sarat, diantaranya jumlah desa, kelurahan dan kecamatan untuk kelengkapan pembentukan nya, disamping sarat-sarat lain nya.

“Dalam hal ini kita meminta kepada bapak Bupati Bulungan berkenan melaksanakan pemekaran beberapa kelurahan, karena diwilayah kota itu tak bisa membentuk desa, ” kata Ketua Presidium Percepatan Kota Tanjung Selor, H Achmad Djufrie SE MM, kepada media ini, Rabu, 12/1/2022.

Minimal lanjutnya, kalau belum siap harus membentuk kelurahan persiapan, atau kecamatan persiapan.

Yang penting ada langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bulungan. Agar percepatan kota Tanjung Selor segera terwujud.

Untuk tahap awal, ada dua kecamatan yang bisa dibentuk, antara lain kecamatan Tanjung Selor Hulu dan kecamatan Tanjung Selor Hilir.

Menyangkut pendanaan, ia mengatakan, pihak Pemkab Bulungan harus membuat tim kecil dulu. Yang penting ada keseriusan sebagaimana harapan masyarakat untuk pembentukan kota tersebut.

“Untuk segera membentuk kelurahan persiapan dan kecamatan persiapan itu, bila anggaran dianggap masih belum cukup kita bisa mengajukan usulan ke Pemprov Kaltara, guna menutupi operasional pembentukan kelurahan dan kecamatan tersebut, saya rasa pak Gubernur pasti berkenan membantu kalau itu niatnya untuk pembangunan dan pengembangan daerah untuk masyarakat, ” tutup H Achmad Djufrie. *

Reporter : Sahri

Continue Reading

Bulungan

Ternyata Sudah 20 Tahunan Jalan Akbar di Bulungan Belum Diperbaiki

Published

on

Kondisi terakhir ruas jalan Akbar Kampung Arab, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Astagaaaa???, ternyata sudah lebih kurang 20 tahunan jalan Akbar RT III Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara belum pernah tersentuh perbaikan, wajar saja ruas jalan itu sekarang dalam kondisi luluh lantak.

Achmad Al Djufrie, salah satu tokoh masyarakat kampung Arab, ketika diminta tanggapan nya, Selasa, 11/1/2022 mengatakan, pihaknya sangat berharap perhatian dari Pemkab Bulungan, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi memberi perhatian khusus bagaimana caranya ruas jalan Akbar bisa segera diperbaiki kerusakan nya. Supaya keamanan dan keamanan pengguna jalan dapat terjamin dengan baik

“Saya perhatikan kerentanan sudah terjadi pada bagian pondasi jalan, ini harus segera diperbaiki agar kerusakan yang terjadi tidak bertambah parah, ” kata Achmad Djufrie.

Memang selama ini lanjutnya, partisifasi masyarakat juga ada, misalnya melakukan penimbunan pada sebagian lubang jalan yang kecil, dilakukan dengan cara manual.

Oleh sebab itu perbaikan yang dilakukan dengan partisifasi warga tidak bertahan lama. Begitu musim hujan tiba pada bagian yang ditambal kembali mengalami kerusakan.

“Pihak perusahaan yang berdomisili dijalan tersebut juga turut membantu, hanya saja karena konstruksi perbaikan dilakukan seadanya tak berselang waktu lama jalan itu kembali rusak, bahkan kerusakannya kian melebar hampir diseluruh permukaan badan jalan Akbar tersebut, ” imbuh Achmad Djufrie.

Harapan nya warga yang bermukim disana, untuk tahun anggaran ini jalan tersebut menjadi prioritas utama pemerintah untuk diperbaiki sebagaimana mestinya. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Bulungan

Siapa Kelak Sekda Bulungan Paska Syafril Purna Tugas?

Published

on

Drs Datu Buyung Perkasa MPd Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB) Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, yang saat ini masih dijabat oleh Drs Syafril bakal berakhir dalam waktu dekat, tentu jabatan itu bakal lowong dan wajib diisi oleh pejabat baru, yang ditunjuk oleh Bupati sebagai user.

Menanggapi siapa pengganti Syafril nanti ?, hal itu juga tak luput dari perhatian Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan (LAKB), Drs Datu Buyung Perkasa M Pd.

“Kalau saya ditanya siapa kelak yang harus jadi Sekda Bulungan, tentu dalam hal ini harus mengedepan kan kearifan lokal, ” tegas Datu Buyung Perkasa, kepada media ini, Kamis, 23/12/2021.

Dengan pertimbangan, seorang putera daerah itu pasti faham karakteristik budaya setempat. Tentu sebagai komandan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat Kabupaten ia sudah bisa memanejerial setiap program kepala daerah sesuai visi dan misi nya.

Selain itu lanjutnya, tentu juga pasti mengetahui bagaimana geografis wilayah disetiap kecamatan. Dengan demikian seorang Sekda akan mudah dalam mengambil setiap keputusan.

“Dalam hal ini saya juga sudah memberi masukan kepada bapak Bupati Bulungan, terkait figur Sekda paska pak Syafril pensiun atau purna tugas pada bulan Mei 2022 mendatang, ” kata Datu Buyung.

Minimal sesuai harapan kata Datu lagi, awal Juni mendatang sudah ada Sekda depenitif. Supaya roda organisasi pemerintahan bisa berjalan secara normal.

Untuk figur Sekda tambahnya, juga wajib bisa berkolaborasi dengan Bupati dan Wakil Bupati, mengingat setiap keputusan yang akan diambil nanti harus benar-benar pas dan bisa diterima oleh masyarakat secara luas.

Artinya setiap keputusan itu wajib berpijak kepada Peraturan Pemerintah dan undang-undang yang berlaku.

Apalagi saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang belum bisa terselesaikan. Salah satunya soal kebun Plasma kelapa sawit. Sudah mengemuka sejak lama namun belum jelas penyelesaian nya.

“Masa sudah sekian kali Kepala Daerah silih berganti, persolan Plasma belum juga kunjung bisa terselesaikan dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima nya, ” tutup Datu Buyung Perkasa. *

Reporter : Sahri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 JurnalKaltara.com, Web Design by Ciptamedia Kreasi