“Titik Badan” adalah jenis suara atau isarat yang masih dipercaya oleh orang Tidung dibeberapa tempat apa bila berbunyi, baik untuk pertanda kebaikan maupun pertanda sebuah keburukan bila dilanggar.
Dimana suara “Titik Badan” dianggap sangat menentukan keberhasilan atau gagalnya suatu misi yang dilaksanakan. Baik misi berusaha untuk penghidupan keluarga, maupun ketika terjadinya perang Ayau atau Mengayaw tempo dulu sebelum adanya pemerintahan resmi, baik dimasa pemerintahan kesultanan atau raja-raja maupun sistem pemerintahan sekarang.
Bunyi “Titik Badan” yang baik adalah yang hanya berbunyi sekali atau dua kali. Namun bila suaranya sambung menyambung maka si yang empunya misi harus segera kembali berbalik kearah semula, karena bila dipaksakan dipercaya akan timbul musibah yang besar.
Tidak hanya suara “Titik Badan”, orang Tidung juga masih percaya dengan “Kutika” atau hitung-hitungan bila ingin bepergian untuk berusaha mencari penghidupan.
Biasanya setelah menghitung “Kutika” dengan hitungan bilangan tertentu, baik hari maupun jam keberangkatan sudah bisa terlihat sesuai ramalan, Kutika ini juga dianggap sangat menentukan sebuah keberhasilan.
Sesuai semboyan “Intimung Taka Tagas Insuai Taka Tapu” secara perlahan tapi pasti generasi muda Tidung kian mampu menjawab tantangan jaman melalui percepatan Sumber Daya Manusia (SDM) disegala bidang. *
Penulis : Sahri.



