FOTO : JURNAL KALTARA / ISTIMEWA

- Bahas rencana pembentukan fraksi dan tatib dewan
 
TANJUNG SELOR - Rapat perdana anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara masa bakti 2019 - 2024,  Kamis 5/9/2019, usai dilantik kemarin, membahas beberapa agenda penting, diantaranya membuat jadwal untuk menyurati pimpinan partai politik untuk penyiapan pembentukan fraksi-fraksi yang ada di DPRD.

"Kalau diantara beberapa parpol seperti PDIP, Gerindra, Hanura, Golkar Demokrat bisa koalisi murni. Namun ada beberapa partai lain kursinya tidak mencukupi untuk membentuk fraksi sendiri atau ingin bergabung ke fraksi mana tergantung parpol tersebut, " ujar Norhayati Andris ketua DPRD sementara Provinsi Kalimantan Utara, seusai melaksanakan rapat bersama anggota dewan.

Tujuannya menyurati para pimpinan parpol yang tak bisa membentuk fraksi sendiri tersebut antara lain, supaya cepat menuju proses pendistribusian anggota-anggota fraksi itu dikirim untuk menjadi perwakilan pembahasan tatatertib.

Untuk ketua sementara, tambah Norhayati, hanya memiliki tugas terbatas, misalnya memimpin rapat, membentuk fraksi dan memfasilitasi penyusunan rancangan  peraturan DPRD tentang tata tertib dewan.

Menyoal kapan ketua DPRD depenitif, ia mengatakan saat ini sudah memasuki tahapan. Namun  untuk kewenangan siapa yang menjadi ketua semuanya ada pada pimpinan partai pemenang pemilu legislatif yang lalu.

"Untuk alat kelengkapan dewan (AKD) bisa terbentuk setelah ketua DPRD depenitif dilantik, ' ujar Norhayati. 

Rencananya, lanjut dia, untuk membahas atau memdistribusikan rencana pembentukan tatib dan kode etik dewan akan dimulai pada hari Senin depan tanggal 9/9/2019.

"Kita berharap tak begitu lama, minimal dua mingguan semuanya sudah tuntas. Mengingat masih ada agenda besar yang masih mendesak untuk diselesaikan, " kata Norhayati Andris. * Sahri.